

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon bersama jajaran Polresta Jayapura Kota saat rillis pengungkapan Kasus Narkotika jenis ganja di Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (11/3). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Situasi Kota Jayapura saat ini tengah menghadapi kondisi darurat narkotika, dimana menjadi daerah pemasaran narkotika jenis ganja, yang banyak diselundupkan dari negara Papua New Guinea (PNG). Ironisnya, masih banyak pihak yang abai dan menganggap peredaran Narkotika jenis ganja ini satu hal yang biasa, padahal bisa membahayakan bagi generasi penerus bangsa.
Banyaknya peredaran ganja di Kota Jayapura ini terungkap dari hasil pengungkapan Polrestas Jayapura Kota. Dimana sepanjang bulan Februari 2025 saja, Polresta Jayapura Kota berhasil mengungkap 8 kasus peredaran narkotika golongan I jenis ganja. Dari operasi tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak 7.030 gram atau 7 kilogram ganja.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, mengungkapkan bahwa ke delapan pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana narkotika. Mereka adalah DK (41), GW (46), RE (18), BS (24), SA (24), EK (34), AS (39), dan satu wanita berinisial PM (26). Para tersangka ditangkap di Distrik Muara Tami, Distrik Abepura, dan wilayah Kapolsek Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura, dalam rentan waktu Februari 2025.
“Barang bukti yang kami sita ini rencananya akan diedarkan di Kota Jayapura, terutama kepada komunitas tertentu yang sudah menjadi langganan para tersangka. Ini menunjukkan bahwa mereka telah lama beroperasi dan memiliki jaringan pelanggan tetap,” jelas Kombes Pol Mackbon dalam jumpa pers di Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (11/3).
Meski demikian, Mackbon menegaskan bahwa peredaran narkotika di Jayapura belum terorganisir secara besar-besaran. “Mereka beroperasi secara parsial, tanpa jaringan khusus. Transaksi sering dilakukan dengan sistem barter, terutama menggunakan kendaraan curian. Hal ini juga terkait dengan tingginya kasus pencurian kendaraan bermotor di Jayapura,” ujarnya.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…