Categories: METROPOLIS

Dinas Perdagangan Perketat Pengawasan Produk Ayam Beku

JAYAPURA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua perketat pengawasan terhadap bahan makanan tidak layak komsumsi. Lebih khusus  terhadap ayam beku setelah kejadian di Merauke, Provinsi Papua Selatan.

   Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin mengaku pihaknya akan meningkatkan pengawasan dengan mengutus penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) atau pejabat fungsional yang biasa melakukan pengawasan di lapangan.

  “Kita juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Pengawasannya harus secara ketat, mulai dari pedagang di pasar hingga di distributornya,” tegas Hartati kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/3).

   Menurut Hartati, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari ayam beku yang berasal dari luar Papua hingga ayam lokal yang sudah afkir lalu dibekukan kemudian dijual kembali.

  “Kita akan lakukan pengawasan secara ketat langsung ke tempat distributor ayam beku, sehingga yang terjadi di Merauke (kasus ayam beku tidak layak konsumsi-red) tidak terjadi di Jayapura,” bebernya.

   Selain pengawasan terhadap ayam beku, Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga melakukan pengawasan terhadap daging dan kebutuhan lainnya. “Untuk pengawasan daging, kita akan berkoordinsi dengan instansi terkait salah satunya adalah Dinas Peternakan Papua,” imbuhnya.

  Sementara itu, Marni, salah satu penjual ayam beku di Pasar Sentral Hamadi mengaku ayam beku yang dijualnya diambil dari distributor langganannya. “Saya ambil dari distributor kemudian saya menjualnya kembali dengan harga Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu/ekor,” kata Marni kepada Cenderawasih Pos.

  Marni mengaku, ayam beku tersebut berasal dari luar Papua. Ia pun menjamin bahwa ayam yang dijualnya segar tidak bermasalah. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago