Categories: FEATURES

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Cerita Pedagang dan Tukang Ojek di Pasar Lama Sentani yang Bekerja dengan Jalan Selalu Basah

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman yang perlahan berubah menjadi modern, Pasar Lama Sentani tetap berdiri sebagai denyut nadi kehidupan masyarakat di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura meski kadang dirasa tak manusiawi.

Laporan: Yohana_Sentani

Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah ruang hidup, tempat ribuan cerita bertemu setiap harinya. Sejak puluhan tahun lalu, Pasar Lama telah menjadi saksi perjalanan ekonomi masyarakat. Jauh sebelum aktivitas perdagangan dipindahkan ke Pasar Pharaa pada tahun 2014, pasar ini sudah lebih dulu hidup, menjadi tempat orang-orang menggantungkan harapan, mencari nafkah, dan membangun masa depan.

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap sudutnya, aktivitas berlangsung tanpa jeda. Deretan mama-mama menjual sayur segar, ikan laut dan ikan danau tersusun di para-para sederhana, sementara buah-buahan lokal seperti, pinang, pisang, keladi, singkong dan nanas menambah warna pasar. Suara tawar-menawar bercampur dengan bunyi kendaraan yang lalu lalang di jalan utama.

Letaknya yang dekat dengan pemukiman warga membuat pasar ini semakin hidup. Tidak hanya pedagang, para tukang ojek juga menggantungkan hidup di sini. Di sudut-sudut tertentu, terlihat pangkalan ojek yang tidak pernah kosong. Ada Oyam (Ojek Yahim) dan Ojek Komba. Mereka melayani penumpang ke berbagai tujuan, dari Pantai Yahim, Kelurahan Dobonsolo, hingga kampung-kampung seperti Komba dan Ifale, Kampung Sere Tua, Yabaso dan lainnya. Mesin motor mereka menjadi bagian dari suara khas pasar, bersaing dengan klakson kendaraan dan teriakan pedagang.

Hanya mirisnya, meski sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun di lokasi yang sama. Kondisi jalan disini tak pernah berubah. Banyak lubang dan limpasan air yang selalu naik ke badan jalan. Bupati ganti bupati di lokasi ini hanya begitu-begitu saja. Macet, jalan berlubang dan basah. Terkesan pemerintah atau negara tak mampu mengatasi ruas jalan hanya sekitar 500 meter tersebut.

Jika dilihat khususnya pedatang ikan dan sayur, apabila kendaraan melintas, jarak jualan mereka dengan ban motor maupun mobil hanya sekitar 20 Cm. Bayangkan, dagangan yang hasilnya digunakan untuk ekonomi keluarga, pendidikan anak dan keberlanjutan kehidupan Pasar Lama telah menjadi saksi perjalanan ekonomi masyarakat seperti tak memiliki nilai. Padahal jauh sebelum aktivitas perdagangan dipindahkan ke Pasar Pharaa pada tahun 2014, pasar ini sudah lebih dulu hidup, menjadi tempat orang-orang menggantungkan harapan, mencari nafkah, dan membangun masa depan.

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap sudutnya, aktivitas berlangsung tanpa jeda. Deretan mama-mama menjual sayur segar, ikan laut dan ikan danau tersusun di para-para sederhana, sementara buah-buahan lokal seperti, pinang, pisang, keladi, singkong dan nanas menambah warna pasar. Suara tawar-menawar bercampur dengan bunyi kendaraan yang lalu lalang di jalan utama.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Depapre Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…

18 hours ago

​BMP RI Tepis Tudingan Adu Domba Kelompok Massa

​Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI…

1 day ago

Pengalihan ASN ke Kementerian Jadi Solusi Tekan Belanja Pegawai

Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…

2 days ago

Warga Diminta Waspadai Kejahatan di Ruang Digital

  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…

2 days ago

Wali Kota: Bangun Tempat Ibadah Butuh Komitmen Moral

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…

2 days ago

Nggam Bu, Pesona Air Biru yang Dijaga Masyarakat Adat

Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…

2 days ago