Categories: METROPOLIS

Stop Klaim Tanah Adat Sebagai Milik Negara!

JAYAPURA–Momentum Hari Masyarakat Adat Sedunia yang diperingati setiap 9 Agustus menjadi momentum refleksi bagi semua pihak untuk kembali memahami keberadaan dan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua.

  Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat beserta tanah ulayat dan sistem kepemimpinan adatnya telah ada jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  “Yang pertama harus kita sadari bahwa masyarakat adat dengan tanah adat dan kepemimpinan adatnya itu sudah ada dan hidup sebelum negara ini ada. Pemerintahan adat juga sudah ada sebelum pemerintahan negara,” tegas Willem, di Jayapura, Senin (10/8)

  Menurutnya, kehadiran negara seharusnya dipahami sebagai bentuk kesepakatan bersama masyarakat untuk membangun pemerintahan yang mampu memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

   Ia mengatakan masyarakat adat dari Sabang sampai Merauke memiliki harapan agar dapat hidup merdeka, mengelola tanah dan sumber daya alamnya, serta mempertahankan kepemimpinan adatnya dalam bingkai NKRI. “Negara hadir untuk melindungi tanah mereka, hutan mereka, tambang mereka dan kepemimpinan adat yang sudah ada. Itu tujuan mereka membentuk negara ini,” ujarnya.

   Karena itu, Willem meminta agar tidak ada lagi pejabat negara yang dengan mudah menyebut suatu wilayah sebagai “tanah negara” tanpa terlebih dahulu memperhatikan keberadaan hak masyarakat adat.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Semangat Untuk Bernostalgia

   Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…

9 hours ago

Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Bermain Game Online

Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…

13 hours ago

Disambut Suka Cita dan Gelar Syukuran

Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…

14 hours ago

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

16 hours ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

17 hours ago

Wali Kota: Setiap Bantuan Wajib Diawasi dan Didampingi!

  “Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…

18 hours ago