

Pihak sekolah, orang tua murid dan tamu undangan menggelar syukuran setelah SD Inpres Kampung Harapan beraktifitas normal kembali Senin (10/8). (FOTO:Priyadi/Cepos)
Aktivitas Belajar Mengajar di SD Inpres Kampung Harapan
SENTANI- Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, akhirnya kembali berjalan. Anak-anak kembali masuk kelas setelah pemerintah daerah bersama pemilik hak ulayat menyelesaikan persoalan yang selama ini menghambat kegiatan sekolah.
Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Papua, Henock Ibo, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jayapura yang turun langsung menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Henock, pendidikan anak tidak boleh terhenti hanya karena adanya konflik kepentingan antara pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan maupun lahan sekolah.
“Anak-anak ini merupakan titipan Tuhan kepada keluarga. Karena itu, menjadi tanggung jawab orang tua, pemerintah dan pihak swasta untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan,” kata Henock, saat ditemui dalam syukuran ibadah di SD Inpres Kampung Harapan setelah dipalang selama empat bulan dan kini sudah beroperasi kembali, Senin (10/8)
Ia menyebut, selama hampir empat bulan, ratusan siswa terpaksa tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal akibat sekolah dipalang.
Henock mengapresiasi Bupati Jayapura yang setelah menerima aspirasi orang tua murid langsung memanggil pemilik hak ulayat untuk mencari solusi.
Page: 1 2
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…