Categories: METROPOLIS

Tak Banyak Perubahan, Penggunaan Dana Kampung Dipertanyakan

DPRK dari Kursi Adat Siap Pantau Langsung ke Kampung-kampung

JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura menyoroti persoalan transparansi dalam pengelolaan dana kampung yang hingga kini masih menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Wakil Ketua III DPR Kota Jayapura Ferdinand Hanuebi menyampaikan bahwa pihaknya dalam waktu dekat berencana akan melakukan pemantauan secara langsung bukti dari hasil penyaluran dana kampung dari pemerintah di setiap kampung-kampung yang ada di Kota Jayapura.

Kegiatan ini menjadi program prioritas DPR Kota Jayapura dari kursi Adat di tahun ini (2026). Bukan tanpa alasan DPRK melakukan pemantauan itu, karena tak sedikit laporan dari masyarakat dan hasil pantauan langsung di lapangan. Sebagian besar kampung-kampung di kota Jayapura sepertinya tidak ada perubahan meski dana kampung yang disalurkan pemerintah berjumlah fantastis.

Selain itu, kehidupan masyarakat di empat (4) kampung administrasi dan 10 kampung adat di Kota Jayapura masih jauh dari kata sejahtera, padahal setiap tahun pemerintahan harus mengucurkan dana Rp 7-9 miliar (tergantung banyaknya masyarakat) per kampung.

“Kita anggota dewan dari adat sementara merancang suatu program monitoring untuk dana kampung. Dana kampung ini setiap tahunnya diberikan pemerintah, namun pada kenyataannya kampung-kampung di Kota Jayapura ini setiap tahunnya tidak ada perubahan,” kata Ferdinand kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/4).

Program ini dibuat oleh fraksi pengangkatan adat mengingat dana yang disalurkan pemerintah ke kampung-kampung cukup besar, tetapi tidak membuahkan hasil dan menguntungkan masyarakatnya setempat. Tak sedikit masyarakatnya masih menjalani kehidupan yang seadanya saja.

Meski demikian DPR Kota Jayapura tidak menaruh curiga kepada pemerintah kampung atas ketidakmajuannya suatu kampung meski dana kampung yang disalurkan Pemerintah Kota Jayapura setiap kampungnya cukup besar.

“Kami akan turun langsung, mengecek langsung mengenai kondisi kampung dan kehidupan masyarakat di dalam,” ujarnya.

Sebab, dana yang turun ke setiap kampung-kampung di Kota Jayapura bervariasi berkisaran Rp 6-9 milyar pertahunnya. Jumlah tersebut kata Ferdinand hampir melebihi anggaran di setiap OPD di Kota Jayapura.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

6 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

7 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

8 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

9 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

10 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

22 hours ago