

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat meminta data-data aset kepada kepala OPD di lingkungan Pemprov Papua, bertempat Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/4). (Foto/Humas Pemprov)
JAYAPURA- Gubernur Papua Mathius D Fakhiri membentuk tim khusus untuk menginventarisasi aset daerah guna memastikan seluruh barang milik daerah tercatat dan terkelola secara optimal.
“Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya serius menertibkan aset yang selama ini tersebar, baik di dalam maupun luar wilayah Papua,” kata Mathius di Jayapura, Senin.
Menurut Mathius, penertiban aset menjadi krusial karena masih terdapat sejumlah barang yang belum terdata secara optimal, bahkan berpotensi hilang jika tidak segera ditelusuri.
“Pada Sabtu (4/4) kami telah melakukan pertemuan dengan instansi terkait lainnya guna membahas aset-aset yang belum digunakan agar didata,” ujarnya.
Oleh karena itu Pemprov Papua harus tahu barang atau aset tersebut apakah masih ada sesuai dengan data yang ada, dan juga barang yang memang pernah dibeli tetapi belum tercatat dengan baik.
” Oleh sebab itu pembentukan tim khusus inventarisasi aset daerah ini penting dilakukan agar nantinya memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.
Dia menambahkan ke depan pihaknya bakal mempertimbangkan pembentukan skema pengelolaan khusus seperti Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga aset dapat dikelola lebih profesional dan produktif.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…