Categories: METROPOLIS

Rekomendasi MRP Pengaruhi Penetapan Paslon

JAYAPURA – Pertimbangan dan persetujuan terkait keaslian orang asli Papua (OAP), dari Majelis Rakyat Papua menjadi hal penting bagi pasangan bakal calon kepala daerah Gubernur Papua yang bertarung di Pilkada November mendatang.

   Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Steve Dumbon saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (4/9).

  “Jika MRP tidak berikan rekomendasi itu yang jadi masalah, dan dengan waktu yang singkat rekomendasi MRP tersebut apakah bisa kita abaikan atau harus ganti pasangan,” kata Steve.

  Lanjut Steve, ganti pasangan ini yang harus dikoordinasikan lagi dengan partai pengusung dan melalui proses panjang. “Dampak tidak adanya rekomendasi dari MRP ini sangat luar biasa, kita berharap untuk Papua tidak ada persoalan dengan rekomendasi MRP,” harapnya.

  Sementara itu, terkait dengan tindak lanjut dari proses tahapan Pilkada. Steve mengatakan KPU saat ini sedang verifikasi dan klarifikasi berbagai dokumen dari para Bacakada.

  “Tim KPU Provinsi maupun KPU kabupaten/kota di seluruh Papua sedang tersebar di seluruh Indonesia untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi dokumen. Terutama menyangkut ijazah daripada calon,” kata Steve.

  Selain itu kata Steve, prosedur untuk mengganti atau yang menggugurkan para calon adalah gugur karena masalah kesehatan, terkena pidana dan berhalangan tetap atau meninggal dunia.

“Selama tidak ada alasan itu kita tidak bisa ganti yang bersangkutan,” ucapnya.

  Sedangkan untuk pengumuman hasil tes kesehatan sendiri akan dilakukan pada 5 September setelah penyerahan dari RSUD Jayapura.

  “Hasil tes kesehatan diserahkan pada Rabu (4/9) selanjutmya 5 September dilakukan pengumuman hasilnya,” kata Steve.

  Sebelumnya, KPU Papua menyerahkan dokumen bakal calon (Bacalon) gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua kepada Majelis Rakyat Papua (MRP). Hal ini untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan terkait keaslian orang asli Papua (OAP).

  Penyerahan dokumen pada Jumat (30/8) menyusul hanya dua calon Gubernur Papua yang mendaftarkan diri di KPU pada Kamis (29/8) malam. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

21 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

22 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

1 day ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

1 day ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

1 day ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

1 day ago