

Dua simpatisan OPM berikrar setia kepada NKRI. (Komando Operasi TNI Habema)
JAKARTA-Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Lucky Avianto memastikan telah menerima laporan ikrar setia simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ikrar setia itu dilakukan oleh dua orang simpatisan OPM di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Rabu lalu (4/9).
Keterangan tersebut disampaikan oleh Brigjen Lucky Avianto melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III pada Jumat (6/9).
Lucky menyatakan bahwa Kampung Mamba merupakan salah satu daerah yang diamankan oleh Komando Operasi TNI Habema. Pengamanan dilaksanakan dengan beberapa cara. Salah satunya patroli rutin.
Meski fokus pada aspek keamanan, Lucky memastikan bahwa seluruh jajarannya mengedepankan pendekatan humanis. Berdasar laporan yang dia terima, dalam patroli tersebut anak buahnya berhasil mengamankan tiga orang warga Papua yang bergerak masuk ke sebuah honai di tengah Kampung Mamba. Dua dari tiga orang tersebut adalah simpatisan OPM.
Saat itu pula keduanya langsung bersedia berikrar setia kepada NKRI. ”Ikrar kembali ke NKRI oleh simpatisan OPM di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, merupakan wujud keberhasilan TNI menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran percepatan pembangunan di wilayah Papua,” terang perwira tinggi bintang satu Angkatan Darat tersebut.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak akan kembali ke OPM. Ikrar tersebut disampaikan secara langsung oleh kedua warga Papua di hadapan para Prajurit HABEMA. Pasca ikrar, ketiga warga Papua tersebut diserahkan kembali oleh Satgas HABEMA kepada pihak keluarga dan disambut dengan penuh gembira oleh keluarga. (*)
SUMBER: JAWAPOS
Juru Bicara TNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembuat film dokumenter tersebut. Menurutnya,…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…