

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo saat kegiatan di Abepura, Kamis (23/7). (foto: Takim/Cepos)
JAYAPURA – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, mengajak seluruh orang tua menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas utama dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura di Abepura, Kamis (23/7).
Dalam keterangannya, Nerlince menegaskan bahwa usia dini merupakan masa emas pertumbuhan anak yang sangat menentukan keberhasilan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk tidak melewatkan kesempatan memberikan pendidikan sejak usia prasekolah melalui PAUD maupun Taman Kanak-kanak.
“Fondasi pendidikan harus dibangun sejak usia dini. Ketika anak memperoleh stimulasi yang tepat sejak kecil, mereka akan lebih siap mengikuti proses belajar di sekolah dasar hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia prasekolah. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Berdasarkan data Bidang PAUD dan TK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, saat ini terdapat lebih dari 3.000 anak usia prasekolah di Kota Jayapura yang didukung oleh lebih dari 100 satuan pendidikan PAUD dan TK, baik formal maupun nonformal.
Nerlince menjelaskan, di PAUD anak-anak tidak hanya belajar mengenal huruf dan angka, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik, belajar bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, serta membentuk karakter melalui metode belajar sambil bermain.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menerapkan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah. Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menurut Nerlince, masih ditemukan peserta didik yang memasuki jenjang SMP, SMA dengan kemampuan membaca yang belum optimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk memperkuat pendidikan sejak usia dini agar kemampuan literasi anak dapat dibangun secara bertahap sejak masa prasekolah.
“Di PAUD anak-anak belajar melalui bermain. Mereka dikenalkan dengan huruf, angka, berhitung, belajar berinteraksi dengan teman sebaya, sekaligus membangun kepercayaan diri. Bekal inilah yang akan mempermudah mereka ketika memasuki pendidikan dasar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa memperoleh pendidikan, kasih sayang, perhatian, dan perlindungan merupakan hak setiap anak yang wajib dipenuhi oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah secara bersama-sama.
Nerlince mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak usia dini. “Kami percaya, dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan orang tua, kita dapat melahirkan generasi Jayapura yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal…
Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli…
"Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun…
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai, S.STP, MAP, saat ditemui menjelaskan, insiden itu…
Aksi nekat kedua pelaku digagalkan sebelum mereka sempat membawa kabur barang berharga milik korban. Warga…
Proses seleksi tak lagi mewajibkan hadir di dalam kelas untuk ujian tulis bersampul kertas.…