Anggoro mengatakan pihaknya hari ini, Selasa (2/7) akan bertemu dengan orang tua siswa yang anaknya dinyatakan tidak lulus dan masih berkeinginan untuk sekolah di SMPN 9 Jayapura.
Menyikapi masalah itu, Anggoro terpaksa mengambil kebijakan untuk menambahkan lagi ruangan kelas baru.
“Jadi kita punya ruangan kelas cuma 10 kelas, tapi ditambah dengan yang tidak diterima ini dia maksa untuk masuk. Maka otomatis nanti kita berdiskusi kalau memang bisa, nanti kita terima berarti kita tambah satu kelas, jadi 11 kelas,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa, (2/7) kemarin.
Anggoro mengaku target tahun ini memang 11 kelas, sama dengan tahun lalu, tetapi kita berupayakan menjadi 10 kelas dan semuanya berjalan dengan lancar. Tetapi kata Dia, ini perlu kesepakatan dengan orang tua murid apa-apa yang harus di persiapkannya.
Diketahui kuota yang dibutuhkan pihaknya itu sebanyak 320 siswa dan ada peluang jika tambah satu ruangan kelas lagi menjadi 360 siswa. Tetapi hingga saat ini peserta didik baru yang mendaftar sebanyak 390 siswa, artinya telah melebihi kuota yang telah di tentukan. Jumlah itu telah kurang dari jumlah sebelumnya sebanyak 430 siswa. (kar/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Papua selama ini dikenal sebagai tanah yang diberkahi kekayaan alam luar biasa. Hutan-hutannya rimbun, tanahnya…
Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi yang kerap terjadi di tanah Papua, dalam hal ini…
UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16…
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan…
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar,…
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC,…