

Terlihat para pelaku UMKM saat mencari meja-meja jualan yang sempat tertinggal di Stadion Lukas Enembe pasca kericuhan , Sabtu (9/5) lalu. (foto:Yohana/Cepos)
Cerita Pedagang/PelakuUMKM yang berjualan di Sekitar Stadion Lukas Enembe
Kejadian kericuhan di Stadion Lukas Enembe sangat disesalkan semua pihak tak terkecuali para pelaku UMKM. Selama ini setiap Persipura bertanding, dagangannya laris manis, apakah mereka sempat menjadi korban, apa harapannya?
Laporan: Yohana_SENTANI
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura Jayapura digelar. Sorak sorai suporter, deretan kendaraan yang memadati area stadion, hingga aroma makanan dari lapak-lapak UMKM menjadi pemandangan yang paling dirindukan masyarakat di sekitar Kampung Harapan dan Nolokla, Distrik Sentani Timur.
Bagi Vanny Janggo, seorang pelaku UMKM di Kampung Harapan, pertandingan Persipura bukan sekadar hiburan sepak bola. Momen itu menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga kecil yang menggantungkan penghasilan dari jualan makanan dan minuman di sekitar stadion.
“Kalau Persipura main, penonton datang sangat banyak. Jualan kami kadang habis bahkan sebelum pertandingan selesai. Dalam satu hari pertandingan, penghasilan bisa jauh lebih besar dibanding hari biasa,” ujarnya.
Ia mengaku suasana pertandingan selalu membawa semangat tersendiri bagi masyarakat. Ribuan orang yang datang membuat kawasan stadion dipenuhi aktivitas ekonomi. Mama-mama penjual makanan, pedagang minuman dingin, hingga penjual jajanan kecil ikut merasakan manfaatnya.
“Waktu pertandingan kemarin suasana benar-benar ramai. Orang-orang sangat antusias mendukung Persipura. Banyak penonton membeli makanan dan minuman dari kami. Jadi kami merasa kehadiran Persipura memang memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil,” katanya.
Namun kebahagiaan itu berubah menjadi kepanikan saat kericuhan pecah dalam laga Persipura melawan Adhyaksa FC beberapa pada Jumat (8/5)lalu. Situasi yang awalnya dipenuhi sorak dukungan mendadak berubah mencekam.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…