Namun peristiwa kericuhan Jumat (8/5) lalu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tengah kepanikan massa, para pedagang harus memilih antara menyelamatkan barang dagangan atau menyelamatkan diri. “Kami mama-mama bingung mau selamatkan jualan atau selamatkan diri. Sampai sekarang rasa takut itu masih membekas,” katanya.
Mama Ohee mengaku meja jualannya dan cool box berisi minuman dingin ikut dibakar saat kericuhan terjadi. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih diberi keselamatan. “Yang penting saya masih selamat,” ucapnya.
Ia berharap ke depan pihak panitia pelaksana bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan, terutama saat pemeriksaan suporter sebelum masuk stadion dan pengamanan selama pertandingan berlangsung. “Semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Plh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Irene Pagawak mengatakan seluruh sapi bantuan presiden…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah…
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…