Namun peristiwa kericuhan Jumat (8/5) lalu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tengah kepanikan massa, para pedagang harus memilih antara menyelamatkan barang dagangan atau menyelamatkan diri. “Kami mama-mama bingung mau selamatkan jualan atau selamatkan diri. Sampai sekarang rasa takut itu masih membekas,” katanya.
Mama Ohee mengaku meja jualannya dan cool box berisi minuman dingin ikut dibakar saat kericuhan terjadi. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih diberi keselamatan. “Yang penting saya masih selamat,” ucapnya.
Ia berharap ke depan pihak panitia pelaksana bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan, terutama saat pemeriksaan suporter sebelum masuk stadion dan pengamanan selama pertandingan berlangsung. “Semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ketiga tersangka yang diamankan berinisial R alias I (29), N alias A (26), dan M…
Kepolisian Daerah Papua bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meneguhkan komitmen bersama dalam mencegah…
Ketua Baleg DPR RI Dr. Bob Hasan menyatakan komitmennya mendukung pemekaran Provinsi Papua Utara. Ia…
Ya, bisa jadi ini menjadi sejarah dimana Persipura berhasil mencetak 3 gol hanya dalam 7…
Ketiga orang tersebut berinisial DRW (24), PY (23), dan GT (25). Mereka diamankan dalam pengembangan…
Hasil pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polresta Jayapura Kota terkait aksi pengibaran Bintang Kejora di Halaman…