Namun peristiwa kericuhan Jumat (8/5) lalu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tengah kepanikan massa, para pedagang harus memilih antara menyelamatkan barang dagangan atau menyelamatkan diri. “Kami mama-mama bingung mau selamatkan jualan atau selamatkan diri. Sampai sekarang rasa takut itu masih membekas,” katanya.
Mama Ohee mengaku meja jualannya dan cool box berisi minuman dingin ikut dibakar saat kericuhan terjadi. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih diberi keselamatan. “Yang penting saya masih selamat,” ucapnya.
Ia berharap ke depan pihak panitia pelaksana bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan, terutama saat pemeriksaan suporter sebelum masuk stadion dan pengamanan selama pertandingan berlangsung. “Semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…
Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…
Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…
Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas…