Vanny masih mengingat jelas bagaimana dirinya harus berjuang menyelamatkan diri di tengah kepulan gas air mata dan massa yang mulai tidak terkendali.
“Saat kericuhan terjadi, kami pelaku UMKM sangat dirugikan. Banyak teman-teman pedagang yang jualannya dijarah. Saya sendiri masih bersyukur karena sempat menyelamatkan barang dagangan dan motor. Tapi waktu itu saya kena gas air mata sampai muntah-muntah, sesak napas, dan hampir pingsan,” tuturnya dengan suara pelan.
Di tengah kepanikan, ia bersama keluarga berusaha mencari tempat aman. Barang dagangan yang masih bisa diselamatkan dibawa ke Gereja Filadelfia Nolokla.
“Sebelum kericuhan besar terjadi sebenarnya kami sudah dengar kalau situasi mulai tidak aman. Saya langsung bereskan barang jualan secepat mungkin. Saat kondisi makin panik, suami saya fokus amankan barang dan motor, sedangkan saya diperintahkan segera lari bersama dua anak perempuan kami mencari tempat aman di gereja,” katanya.
Meski masih menyimpan trauma, Vanny berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap perjuangan para pelaku UMKM lokal. Menurutnya, berbagai kegiatan besar seperti pertandingan sepak bola, festival budaya, hingga konser sangat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.
Ia berharap pemerintah menghadirkan tempat usaha yang lebih layak, akses listrik dan air bersih, bantuan modal usaha, hingga pelatihan bagi UMKM.
“Di Kampung Nolokla belum ada pasar kampung. Selama ini kami hanya jualan di depan ruko sepanjang jalan raya. Kami sangat berharap ada perhatian langsung dari pemerintah,” ujarnya.
Menurut Vanny, UMKM tidak boleh hanya dianggap pelengkap acara semata, tetapi harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia bahkan melihat perubahan positif mulai terjadi di kalangan pemuda kampung.
“Sekarang banyak pemuda mulai buang gengsi dan belajar usaha kecil-kecilan. Dulu ada yang lebih sering mabuk atau main togel, sekarang mulai terbuka pikirannya untuk usaha karena sering kami ajak kumpul dan berbagi hal-hal positif,” katanya.
Hal senada disampaikan Mama Ohee, penjual aksesoris di Kampung Harapan. Ia mengaku sangat senang ketika Persipura bermain di Stadion Lukas Enembe karena kehadiran pertandingan mampu menghidupkan kembali ekonomi masyarakat sekitar.
“Bagus sekali Persipura pakai stadion ini.Kami merasakan Perputaran ekonomi hidup lagi. Yang jual es, makanan, sampai parkiran semua dapat untung,” ujarnya.
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…