Categories: BIAK

Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Biak, Mulai Terpantau Dalam Aplikasi

BIAK-Kasus kekerasan terhadap anak, baik yang terjadi di lingkungan rumah, tempat tinggal bahkan lingkungan sekolah masih kerap kali terjadi. Kasus ini tidak banyak mencuat ke publik, karena biasanya, antara korban dan pelaku hanya berakhir pada tahapan mediasi baik dilingkungan gereja/masjid, adat  dan mediasi bersama keluarga.

  Namun, Dinas Pendidikan Biak Numfor, tidak mau menutup mata, terhadap kejadian kekerasan yang terjadi, terlebih jika itu terjadi di lingkungan sekolah. Tidak dapat dipungkiri, satu saja kasus yang mencuat dan tercium oleh publik, akan sangat berdampak luas, bagi pribadi dan lingkungan, dan juga menjadi perhatian oleh negara.

  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, Kamarudin, S.Pd, bersama jajaran pemuka agama, dinas Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Biak Numfor, Dinas Sosial, Unit Perempuan dan Anak Polres Biak Numfor, LSM Wahana Visi Indonesia, dan jajaran kepala-kepala sekolah, dikumpulkan dalam Grup diskusi, sebagai pihak yang nantinya akan dilibatkan dalam pengawasan, pencegahan, dan penanganan Kekerasan Terhadap Anak.

  Grup Diskusi ini nantinya akan membuat rumusan untuk sebuah terobosan baru dilingkungan pendidikan, dimana masyarakat, orang tua, bahkan siswa itu sendiri memiliki keleluasaan melaporkan dugaan, indikasi maupun kejadian tindak kekerasan terhadap anak, yang terjadi di lingkungan sekolah melalui Aplikasi yang tersedia di Gawai, dan dapat diunduh. Aplikasi berbasis android ini disebut Papeda (Pencegahan Penaganan Kekerasan Tehadap Anak).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gaji Hakim Naik 300 Persen, Akademisi: Gaji Selangit Tak Jamin Bersih

Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…

2 hours ago

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

9 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

10 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

11 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

12 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

13 hours ago