Dia mengaku kejadian itu sangat disesalkan karena semestinya suasana duka itu berjalan tertib dan aman. Sebab, hanya mengantar jenazah lalu dimakamkan, tetapi justru faktor lain terjadi, di mana terjadi beberapa rentetan peristiwa kekerasan dan pengerusakan fasilitas umum dan milik masyarakat.
Sehubungan dengan peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah ruko dan fasilitas milik Korem 172/PWY, Frans Pekey juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terhadap peristiwa tersebut. Dia mengaku pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura sedikit mengalami keterlambatan untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
Kondisi atau situasi keamanan yang kurang kondusif dan mencekam pada saat kejadian, hal inilah yang menghambat proses mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura itu. “Sedikit keterlambatan dalam upaya pemadaman kebakaran, hanya semata-mata karena situasi. Yang mencekam pada malam itu, sehingga keterlambatan dalam penanganan dari mobil pemadam kebakaran Pemkot Jayapura,” ujarnya.
Itu dia berharap kepada para korban supaya tetap optimis dan tidak patah semangat, karena setiap persoalan yang terjadi pasti ada jalan keluarnya. Pemerintah Kota Jayapura dan juga pihak-pihak terkait tentunya akan memberikan bantuan sesuai dengan aturan yang ada.
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," kata Havas di Kompleks Istana…
Berdasar laporan yang diterima oleh Komjen Ramdani, lebih dari 90 persen kejahatan jalanan, insiden, dan…
Ia merupakan striker yang membunuh mimpi Persipura pada partai penentu lolos tidaknya kedua tim melaju…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai RSUP Jayapura telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, nyaman,…
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…