Dia mengaku kejadian itu sangat disesalkan karena semestinya suasana duka itu berjalan tertib dan aman. Sebab, hanya mengantar jenazah lalu dimakamkan, tetapi justru faktor lain terjadi, di mana terjadi beberapa rentetan peristiwa kekerasan dan pengerusakan fasilitas umum dan milik masyarakat.
Sehubungan dengan peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah ruko dan fasilitas milik Korem 172/PWY, Frans Pekey juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terhadap peristiwa tersebut. Dia mengaku pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura sedikit mengalami keterlambatan untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
Kondisi atau situasi keamanan yang kurang kondusif dan mencekam pada saat kejadian, hal inilah yang menghambat proses mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura itu. “Sedikit keterlambatan dalam upaya pemadaman kebakaran, hanya semata-mata karena situasi. Yang mencekam pada malam itu, sehingga keterlambatan dalam penanganan dari mobil pemadam kebakaran Pemkot Jayapura,” ujarnya.
Itu dia berharap kepada para korban supaya tetap optimis dan tidak patah semangat, karena setiap persoalan yang terjadi pasti ada jalan keluarnya. Pemerintah Kota Jayapura dan juga pihak-pihak terkait tentunya akan memberikan bantuan sesuai dengan aturan yang ada.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…