Dia mengaku kejadian itu sangat disesalkan karena semestinya suasana duka itu berjalan tertib dan aman. Sebab, hanya mengantar jenazah lalu dimakamkan, tetapi justru faktor lain terjadi, di mana terjadi beberapa rentetan peristiwa kekerasan dan pengerusakan fasilitas umum dan milik masyarakat.
Sehubungan dengan peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah ruko dan fasilitas milik Korem 172/PWY, Frans Pekey juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terhadap peristiwa tersebut. Dia mengaku pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura sedikit mengalami keterlambatan untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
Kondisi atau situasi keamanan yang kurang kondusif dan mencekam pada saat kejadian, hal inilah yang menghambat proses mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkot Jayapura itu. “Sedikit keterlambatan dalam upaya pemadaman kebakaran, hanya semata-mata karena situasi. Yang mencekam pada malam itu, sehingga keterlambatan dalam penanganan dari mobil pemadam kebakaran Pemkot Jayapura,” ujarnya.
Itu dia berharap kepada para korban supaya tetap optimis dan tidak patah semangat, karena setiap persoalan yang terjadi pasti ada jalan keluarnya. Pemerintah Kota Jayapura dan juga pihak-pihak terkait tentunya akan memberikan bantuan sesuai dengan aturan yang ada.
Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…
Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…
Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…
Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…