Categories: SENTANI

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama di fasilitas umum dan pelayanan publik, serta mengedepankan penyelesaian sengketa tanah sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Menurut Bupati, persoalan tanah masih menjadi beban besar bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura, dengan total utang yang sebelumnya mencapai sekitar Rp300 miliar. Namun, secara bertahap telah dilakukan pembayaran sehingga kini tersisa sekitar Rp234 miliar. Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki kewajiban utang di Bank Papua sebesar Rp95 miliar.

“Kami sudah mulai melakukan pembayaran sedikit demi sedikit sesuai kemampuan APBD yang terbatas, termasuk pembayaran pokok dan bunga,” ujarnya, Selasa (28/4).

Yunus Wonda menjelaskan, banyak permasalahan tanah terjadi akibat kesalahan pembayaran di masa lalu. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat pemilik hak ulayat untuk membawa dokumen kepemilikan agar dapat dicocokkan dengan data aset pemerintah.

“Kalau memang belum dibayar atau masih kurang, tentu akan kami selesaikan. Tapi kalau tanah itu milik beberapa marga, maka harus ditempuh melalui putusan pengadilan,” jelasnya.

Sebelum menempuh jalur hukum, pemerintah akan memfasilitasi mediasi melalui Dewan Adat Suku Sentani (DASS) guna memastikan kejelasan kepemilikan tanah. Jika tidak ditemukan kesepakatan, maka penyelesaian akan dilanjutkan ke pengadilan sebagai dasar hukum pembayaran. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan membuka kompromi dengan memberikan uang jaminan hanya untuk membuka palang, karena dinilai tidak menyelesaikan akar masalah.

“Saya tidak mau buka palang dengan jaminan uang. Kita harus selesaikan sesuai aturan agar jelas dan tuntas,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wamendagri Jadikan Otsus Tolok Ukur Kinerja Kepala Daerah

Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah…

7 hours ago

Gubernur: MBG Wajib Serap Produk Lokal Papua!

Menurut Fakhiri, seluruh kebutuhan dapur MBG ke depan harus dipasok dari hasil pertanian, perikanan, dan…

8 hours ago

Pertanian Jadi Motor Baru Ekonomi Papua

Menurut Andry, pertumbuhan ekonomi Papua saat ini menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang semakin baik. Dari…

9 hours ago

Tidak Hanya Retribusi, Pedagang Minta Perhatikan Penataan Area Parkir

Penarikan retribusi parkir di kawasan Pasar Otonom Youtefa yang dilakukan hingga malam, bahkan dini hari…

10 hours ago

RSUP Jayapura Optimistis Jadi Pusat Rujukan

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura optimistis menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Pasifik…

11 hours ago

Wacana Wali Kota Libatkan Ondoafi Dinilai Terobosan Strategis

Rencana Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, untuk membentuk staf khusus adat yang melibatkan para…

12 hours ago