Categories: SENTANI

DPRP Dukung Pembenahan RSUD Yowari

JAYAPURA–Anggota DPR Papua dari kursi pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) dari daerah pengangkatan (Dapeng) Kabupaten Jayapura, Erick Ohee, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membenahi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari.

Menurut Erick, langkah pembenahan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Pembenahan Rumah Sakit Yowari sangat penting. Rumah sakit ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dan perlu dilakukan perbaikan menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitasnya,” ujar Erick, Jumat (27/3)

Ia menegaskan bahwa peningkatan pelayanan tidak dapat dilakukan tanpa pembenahan secara menyeluruh. Pelayanan prima, kata dia, hanya bisa terwujud apabila sistem, tenaga medis, serta sarana pendukung ditata dengan baik.

“Tidak bisa pelayanan meningkat tanpa pembenahan. Maka perbaikan SDM dan fasilitas menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal,” jelasnya.

Terkait dukungan anggaran, Erick menilai dana Otsus memiliki peran penting dalam mendukung sektor kesehatan, termasuk pembenahan RSUD Yowari. Ia mendorong agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran afirmasi kesehatan secara tepat sasaran. “Dana Otsus memang diperuntukkan bagi afirmasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Karena itu, rumah sakit sebesar Yowari perlu mendapatkan alokasi untuk pembenahan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan khusus bagi Orang Asli Papua (OAP), terutama dalam kondisi darurat. Menurutnya, pasien dalam kondisi kritis harus segera mendapatkan penanganan tanpa terhambat prosedur administratif.

“Ketika pasien datang dalam kondisi darurat, harus langsung ditangani secara profesional tanpa terhambat prosedur. Jangan sampai ada pasien meninggal hanya karena terlambat mendapatkan penanganan medis,” tegasnya.

Erick bahkan mengusulkan agar sebagian dana Otsus kesehatan, sekitar 10 persen, dapat dialokasikan khusus untuk penanganan kasus darurat di rumah sakit.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

52 minutes ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

2 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

3 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

3 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

4 hours ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

5 hours ago