

AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Seorang anak dibawah umur di Merauke yang masih berstatus pelajar sekolah dasar tega disetubuhi seorang pemuda berinisial IM (18) yang juga berstatus sebagai pacar korban. Kasus persetubuhan ini tidak hanya sekali dilakukan terlapor IM tapi sampai 2 kali.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaranya, SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK didampingi Kaur Bin Ops Ipda Sewang membenarkan kasus persetubuhan yang dilakukan terlapor terhadap korban tersebut.
Kasus persetubuhan ini terungkap saat orang tua korban melihat sejumlah titik merah dibagian leher korban. Korban ditanya orang tua korban soal merah merah yang ada di leher korban, namun korban tidak mau berterus terang sehingga orang tua korban membawanya ke Polres Merauke.
Di SPKT Polres Merauke, korban kemudian mengakui telah berhubungan badan dengan terlapor tidak hanya sekali tapi sudah sampai 2 kali.
“Kasus ini terungkap setelah orang tua korban membawa korban ke SPKT Polres Merauke, ” kata Kasat Reskrim.
Dari penuturan korban, terungkap bahwa kasus cabul pertama terjadi di rumah teman terlapor saat korban diajak ke rumah teman terlapor. Kemudian kejadian kedua, di rumah terlapor pada 18 Maret 2024.
“Terlapor sudah kita amankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, ” katanya. Terlapor IM juga dijerat UU Perlindungan Anak atas perbuatannya tersebut dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…
–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…
Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…
Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…
Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…