Categories: FEATURES

Jangan Hanya X-Banner Pajak tapi Harusnya Ada Terkait Plastik Sekali Pakai

Melihat Moment Hari Bumi yang Diperingati para Pegiat Lingkungan di Jayapura

Moment Hari Bumi memang telah lewat. Jatuhnya pada 22 April lalu. Namun jika di luar diperingati dengan serius, sedikit berbeda di Jayapura. Tak ada kegiatan yang begitu penting untuk hari ini. Hanya pegiat lingkungan yang gabung jurus dan membedah regulasi.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Buah inisiatif dan merasa perlu untuk mengingatkan pemerintah selaku pemangku kebijakan mendorong sejumlah pegiat lingkungan di Kota Jayapura berkumpul. Mereka datang dengan “bendera” masing-masing. Hampir semuanya berstatus mahasiswa dengan berbagai latar belakang komunitas atau organisasi.

Namun ketika sudah duduk bersama, status tersebut bergeser menjadi koalisi pegiat lingkungan yang artinya tidak lagi menonjolkan identitas masing-masing kelompok. Hari Bumi bisa menjadi momentum yang baik untuk bisa mengoreksi, mengevaluasi dan memperbaiki. Semua tertuju pada pemerintah selaku pihak yang memiliki kebijakan dan kewenangan sekaligus pihak yang menghadirkan regulasi.

Jika di Bali para komunitas peduli disana memperingatan Hari Bumi tahun ini di Bali dengan gaung yang berbeda. Alih-alih sekadar seremonial, berbagai komunitas menyuarakan penggunaan tumbler sebagai pengganti botol plastik sekali. Seruan tersebut sejalan dengan keputusan Gubernur Bali untuk secara aktif mengurangi produksi dan penggunaan sampah plastik di Pulau Dewata.

Komunitas Peduly Bali dalam edukasi peringatan Hari Bumi meminta masyarakat untuk membawa tumbler dalam kegiatan sehari-hari. Mereka meyakini bahwa tindakan sederhana seperti membawa tumbler sendiri memiliki dampak besar dalam mengurangi timbunan sampah plastik, terutama botol air minum sekali pakai yang kerap mencemari pantai dan lingkungan Bali.

Cerita ini sejatinya sangat mirip dengan wajah Kota Jayapura yang masih berkutat dengan banyaknya sampah plastik. Dan Teluk Yotefa terus menerus babak belur menerima limpasan sampah dari arah kota. Tak pernah habis-habisnya meski di “jalur utama” Kali Acay telah difilter menggunakan trash rack.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tegas! Bupati Keerom Copot Kepala Kampung yang Terjerat Utang Rentenir

Sanksi tegas ini diberlakukan menyusul adanya insiden penagihan paksa oleh para oknum rentenir kepada kepala…

2 hours ago

Diklat Paskibraka 2026 Diharapkan Ajanb Pembentukan Karakter Generasi Muda

"Pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan sekadar proses mempersiapkan petugas pengibar Bendera Merah Putih pada upacara…

3 hours ago

Tim Kuasa Hukum LB Tegaskan Putusan Praperadilan Bukan Pembenaran Mutlak Penyidikan

Penegasan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan ARKR Law Office & Associates sebagai respons…

4 hours ago

Ekspedisi Patriot Siap Bangun Potensi Lokal di Kawasan Transmigrasi Keerom

Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi…

5 hours ago

Polres Jayapura Perketat Perburuan Jaringan Narkoba

Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra mengatakan, penerapan Restorative Justice dilakukan secara selektif…

6 hours ago

Truk Bermuatan Kayu Terbalik, Satu Luka Berat Sembilan Orang Luka Ringan

Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…

7 hours ago