Categories: FEATURES

Jangan Hanya X-Banner Pajak tapi Harusnya Ada Terkait Plastik Sekali Pakai

Ia juga menambahkan bahwa moment hari bumi yang diperingati 22 April sepatutnya menjadi waktu yang tepat untuk merefleksi dan memperbaiki. Kalimat memperbaiki patut disandingkan mengingat sudah banyak perubahan atas tata letak permukaan bumi. Banyak yang dulu terjaga kini entah kemana. Disini juga terungkap soal bagaimana pemerintah menggelar festival sampah. Sebuah festival yang mengakomodir semangat kepedulian atau keberlanjutan terkait lingkungan.

“Coba buat festival sampah yang memanfaatkan limbah sehingga warga yang menyaksikan bisa tergerak untuk meniru. Sampah tak lagi sekedar benda tak berharga dan menjadi masalah bagi lingkungan tapi memiliki nilai lebih,” tambah Kristin.

Ide tersebut nantinya bisa dikemas dengan pemberian penghargaan kepada para local heroes atau pejuang lingkungan versi lokal yang memiliki komitmen terhadap lingkungan.

“Jangan setiap tahun hanya melahirkan duta tapi setelah itu hilang, tidak banyak yang dilakukan, jadi pemerintah ikut mendorong lahirnya local heroes ini,” singgungnya.

Usulan lain yang disampaikan para pemuda dan mahasiswa adalah pemanfaatan sampah yang bisa di recycle. Semisal sampah botol yang banyak berceceran di Jembatan Yotefa. Sampah ini bisa diolah menjadi gelas seperti yang sudah dilakukan beberapa pegiat lingkungan sehingga sampah yang membahayakan justru bisa dimanfaatkan sebagai gelas.

“Yang kami butuhkan hanyalah regulasi jadi gelas yang dihasilkan itu wajib digunakan oleh cafe-cafe atau restoran yang ada di Jayapura. Dari regulasi itu mendorong usaha kerajinan yang nantinya memiliki nilai ekonomi,” tambah Maria, mahasiswa Uncen.

“Dan masih ada soal lain terkait sampah plastik yang terus menerus menggempur Teluk Yotefa dan seperti tak habis-habisnya,” imbuhnya.

Usulan lain adalah pemerintah menyiapkan bak sampah yang khusus food waste atau sampah makanan. Ini agar warga yang mencari makanan untuk pakan ternak tidak harus membongkar dan akhirnya menyulitkan petugas kebersihan untuk kembali mengumpulkan.

“Jadi ada bak kecil yang memang untuk makanan sisa dan masyarakat pemilik sampah sudah memisah dari rumah sehingga tidak harus dibat berantakan dan menyulitkan petugas. Ini juga bisa menjadi kebiasaan baru. Memilah dari rumah yang seharusnya sudah dilakukan selama ini,” kata Evan, salah satu mahasiswa Yapis.

Ia juga menyinggung agar DPR ikut mengoreksi berbagai macam aturan daerah yang dirasa tak lagi relevan.

“Dikoreksi sama – sama sebab kami membutuhkan ketegasan dan bukan lagi sebatas imbauan imbauan. Sudah bukan waktunya memberikan imbauan tapi terapkan konsekwensi dan ketegasan,” tutupnya. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

1 day ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

1 day ago

Bupati Jayapura Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Dalam imbauannya, bupati secara khusus meminta gereja-gereja di wilayah Kabupaten Jayapura untuk mengajak seluruh jemaat…

1 day ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

2 days ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

2 days ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

3 days ago