Categories: FEATURES

Banyak Aset Daerah “Tidur”, Tahun Depan Jangan Ada Anggaran Untuk Seremonial

Menyimak Hasil Evaluasi Komisi C DPR Kota Jayapura Terhadap Kinerja Pemkot

Menjelang akhir tahun, Komisi C DPR Kota Jayapura menggelar rapat evaluasi terhadap kinerja Pemkot Jayapura. Lantas seperti apa penilaian dan harapan dewan untuk peningkatan kinerja kedepan?

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Suasana di ruang rapat Komisi C DPRK Jayapura, Jumat (19/12) siang terasa berbeda. Tidak ada basa-basi birokrasi yang membosankan. Di balik sebuah meja bundar, empat sosok wakil rakyat duduk dengan punggung tegak, menyiratkan sebuah keseriusan yang mendalam. Mereka bukan sedang menggelar seremoni akhir tahun, melainkan sedang membunyikam alarm pengingat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

Wakil Ketua Komisi C, Pares Lood Wenda, didampingi Ismail Bepa (Ketua Bapemperda), Sarce Soreng, Eko Surjana, dan Jhon Sanyi, hadir membawa sejumlah catatan tertulis hasil evaluasi kinerja tahun 2025. Di pengujung tahun ini, Komisi C enggan sekadar hanyut dalam rutinitas. Mereka memilih membunyikan alarm keras.

Salah satu poin paling tajam yang dilemparkan Pares Lood Wenda adalah mengenai struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski secara agregat target 2025 tercapai, Komisi C menemukan adanya anomali yang berbahaya.

“Kami mencatat pola yang terus berulang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selalu menjadi penopang tunggal, bahkan sering diposisikan sebagai pemadam kebakaran di akhir tahun untuk menutupi ketidaktercapaian target di OPD lain,” tegas Pares dengan nada lantang, kepada Wartawan, Jumat, (18/12).

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan struktur PAD yang rapuh. Oleh sebab itu Komisi C menuntut agar di tahun 2026, setiap OPD pengelola pendapatan mulai dari Pariwisata hingga Perikanan bertanggung jawab penuh atas target mereka sendiri, bukan justru bersandar pada keringat Bapenda di detik-detik terakhir.

Kesempatan itu mereka juga mewarning soal capaian OPD Kota Jayapura Tahun 2025. Hasil evaluasi dua dimensi (kinerja program 2025 dan perencanaan 2026), Komisi C membedah satu per satu rapor mitra kerja mereka.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

17 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

18 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

18 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

19 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

19 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

20 hours ago