

Kombes Pol Victor Mackbon (FOTO:DOK/CEPOS)
JAYAPURA – Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon tak menampik bahwa hingga kini angka kecelakaan lalu lintas yang berujung korban tewas jumlahnya tak sedikit. Bahkan menurutnya jumlah korban kecelakaan jauh lebih banyak dibanding jumlah orang yang meninggal di rumah sakit. Harusnya ini menjadi perhatian semua pihak terutama pengguna jalan untuk tertib.
Pasalnya siapa saja bisa menjadi korban jika tak berhati -hati. Jangankan yang dipengaruhi minuman keras, yang patuh terhadap rambu lalu lintas saja bisa menjadi korban. “Bulan lalu kami sudah bertemu dengan berbagai stakeholder membahas soal angka kecelakaan dan ternyata ini juga menjadi keluhan teman – teman di Jasa Raharja sebab angka klaim ternyata cukup tinggi lantaran berbanding lurus dengan jumlah kecelakaan,” kata Victor Mackbon menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Halaman Mapolresta, Rabu (24/5)
Dikatakan satu ruas jalan yang masuk menjadi satu mapping jajaran kepolisian adalah ruas jalan Holtekam yang memang masih sering terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa. Kapolres menegaskan bahwa persoalan kecelakaan di jalan ini bukan semata – mata menjadi persoalan polisi saja melainkan seluruh stake holder yang berkaitan.
Data pihak Satlantas Polresta Jayapura menyebut bahwa hingga Bulan April 2023 kemarin tercatat ada 27 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 138 korban mengalami luka berat.
“Jadi baru 4 bulan sudah 27 orang meninggal di jalan jadi menurut saya fórum komunikasi lalu lintas harus dihidupkan dan kembali membahas apa yang dirasa perlu dikoreksi atau dibenahi,” beber Mackbon.
“Jangan persoalan di jalan semua menjadi tanggungan pihak kepolisian sebab itu tidak tepat. Sarana penerangan, faktor cuaca, kemiringan jalan rambu lalu lintas itu bukan ditangani pihak kepolisian,” tegas Mackbon.
Iapun berharap fórum tersebut bisa melakukan evaluasi setiap bulannya dengan melibatkan berbagai pihak. “Ini jangan dianggap biasa orang mati di jalan sebab yang pelru diketahui orang kecelakaan dan mati di jalan itu sangat tinggi, berbeda dengan orang sakit dirawat. Lebih banyak angka korban di jalan ketimbang di rumah sakit dan 27 nyawa hanya 4 bulan ini sangat memprihatinkan,” tutupnya. (ade/wen)
Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…
Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…
Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…
Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…