

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda memperlihatkan minimnya pertumbuhan awal di wilayah Papua Pegunungan yang mengakibatkan cahanya matahari langsung menembus ke bumi yang berakibat pada kurangnya debit air Rabu (29/7) (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA- Musim kemarau panjang yang saat ini dihadapi hampir seluruh wilayah Papua Pegunungan dalam beberapa bulan terakhir kian mulai berdampak kepada masyarakat yang keurangan air, hal ini disebabkan karena banyak sumur bor diperumahan warga mulai kering khususnya di perumahan yang ada di dataran tinggi.
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari akhir April lalu dan di prediksikan akan berakhir pada akhir Agustus mendatang namun sebenarnya ini dalam keadaan normal akan tetapi dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat karena banyak sumur warga yang kian mulai mengering.
“Kami prediksi kemarau ini akan berakhir di pada akhir agustus sebab kita melihat pertumbuhan awan juga sangat sedikit yang mengakibatkan sinar matahari permukaan tanah yang memicu di dalam tanah mengering, oleh karena itu, banyak sumur bor milik warga mengering saat ini,” ungkapnya rabu (29/7) di Wamena.
Menurutnya, musim kemarau ini sebenarnya sudah menjadi rutinan untuk wilayah Wamena dan sekitarnya yang dimulai dari akhir April atau awal Mei, untuk akhir dari musim kemarau ini akan berakhir di Agustus atau September, oleh karena, BMKG Wamena menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan air dengan baik.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…