Categories: BERITA UTAMA

Penyiksaan yang Dilakukan TNI Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

Frits pun mengecam tindakan ini, dalam pengalaman Komnas HAM di Papua. Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi dan ditangani, Komnas sudah sering menangani kasus penganiayaan dengan motif yang hampir sama. Dimana pelaku cenderung dibawa ke markas Satgas BKO kemudian dilakukan penyiksaan.

”Dilihat dari motifnya memenuhi unsur penyiksaan, sebab dilakukan lebih dari satu orang secara berulang. Dimana korban disiksa dengan menggunakan beberapa alat, motif yang terjadi dalam kasus viral ini merupakan pmotif lama yang biasanya digunakan TNI di rezim orde baru,” kata Frits.

Komnas HAM memberikan perhatian serius pada kasus ini dan berkoordinasi dengan Komnas HAM RI untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan, termasuk meminta keterangan komandan Batlyon Satgas Yonif Raider 300/Brajawijaya. Dimana pasukan ini sudah ditarik sejak Februari lalu.

Juga meminta Kapolda Papua menyampaikan keterangan kepada Komnas HAM terkait dengan identitas korban. Sebab, korban ini diketahui langsung oleh pihak Polres setempat terkait identitasnya.

”Kapolda harus mengumumkan korban ini siapa, jaringannya siapa dan berapa kali terlibat dalam kasus kasus kekerasan di wilayah Puncak. Hal ini untuk menjaga indenpendensi keberimbangan dari kejadian ini,” ujarnya.

Frits meminta dalam penanganan kasus ini, harus melibatkan pihak indenpenden untuk mengawasinya untuk mengantisipai jangan sampai seperti kejadian sebelumnya. Jika tidak ditangani dengan baik, maka silkus kekersan terus berulang akibat dendam, kebencian dan kemarahan.

”Satu satunya cara untuk menghentikan kekerasan di tanah Papua adalah dengan melakukan dialog kemanusiaan, negara harus membuka ruang itu. Sehingga baik kelompok sipil bersenjata, TPNPB, KKB mereka diberi ruang untuk duduk bicara,” tegasnya.

Atas kasus ini, Komnas HAM Papua meminta  Panglima TNI melakukan pengawasan terhadap tim investigasi yang dibentuk. Sebab, sudah punya pengalaman dengan kasus seperti di Paniai, Keerom, Mappi, Mimika. Dimana tim investigasinya ada namun tidak berjalan maksimal, sehingga nyaris pelakunya lolos.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Polda Metro Diingatkan Berhati-hati Tangani Kasus Mama YasintaPolda Metro Diingatkan Berhati-hati Tangani Kasus Mama Yasinta

Polda Metro Diingatkan Berhati-hati Tangani Kasus Mama Yasinta

Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…

2 days ago

Wajib Panjat Tiang Kayu dan Ambil Rumbai, Pengukuhan Dilakukan di Sungai

​Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…

2 days ago

Relokasi Pasar Lama, Beri Tempat Layak Bagi Pedagang

Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…

2 days ago

Bom Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kali Ariyau

Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…

2 days ago

Menang Kasasi di MA, 328 Kepala Kampung Minta Pemkab Jayawijaya Kembalikan SK Mereka

Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir.  Ya,…

2 days ago

Pertahankan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Polres Jayawijaya Razia Sajam di 4 Pasar

Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…

2 days ago