Categories: BERITA UTAMA

Penyiksaan yang Dilakukan TNI Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

  Sementara itu, Pembela HAM Papua, Theo Hesegem, meminta Presiden Jokowi dan Komnas HAM RI segera membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap pelaku penyiksaan tersebut.

“Kami meminta agar pelaku dan komandan penyiksaan terhadap warga sipil di Papua untuk segera dipecat secara tidak terhormat dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Juga meminta pelaku yang diduga sebagai anggota TNI tersebut mengungkapkan peristiwa penyiksaan ini dengan jujur dan terbuka. TNI dan Polri memiliki tanggungjawab dan kewajiban untuk untuk melindungi kenyamanan terhadap warga sipil di Tanah Papua.

Secara terpisah, Perkumpulan Advokat/Pengacara HAM (PAHAM) Papua, terus melakukan penelusuran terkait siapa pelakunya, kapan dan dimana kejadian tersebut.

Ketua PAHAM Papua, Gustav Kawer, menyebut angka 300 menunjukan kesatuan yang melakukan penyiksaan terhadap warga sipil itu. Sebagaimana peristiwa sebelumnya pada 3 Februari 2024, terjadi penyiksaan terhadap tiga warga sipil yang ditangkap Satgas Yonif Raider 300 Brajawijaya.

“Dugaan kuat korban yang viral disiksa dalam video tersebut merupakan salah satu korban penyiksaan dalam penangkapan 3 Februari tahun 2024 lalu,” ucap Gustav saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (23/3)

Dari informasi yang didapatkan Gustav, Satgas ini telah kembali ke Markas mereka di Cianjur Jawa Barat, akhir bulan lalu.

Diketahui, pada 3 Februari 2024. TNI-Polri terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Satu orang tewas bernama Warinus Murib dan dua lainnya ditangkap saat itu.

Gustav menyebut ada salah satu jejak digital yang diposting melalui media sosial dari korban peristiwa 3 Februari. Dimana dalam postingan itu menuliskan Warinus Murib, AM dan DK ditangkap dan disiksa sewenang wenang oleh TNI.

“Warinus Murib meninggal dunia, sedangkan video yang viral diduga salah satu diantara ketiganya. Jadi perlu investigasi lagi,” pungkasnya. (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di KorowaiKomnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

2 days ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

2 days ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

2 days ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

3 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

3 days ago

Pelaksanaan PSN Tetap Terkawal di Tengah Memanasnya Film Pesta Babi

Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…

3 days ago