

Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura, Dr. Anthon Raharusun.
JAYAPURA–Insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di areal tambang PT Freeport Indonesia pada Rabu (11/3) menggegerkan publik. Peristiwa yang terjadi di kawasan tambang Grasberg itu mengakibatkan tiga orang tertembak dan satu karyawan dilaporkan meninggal dunia.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal memiliki pengamanan berlapis serta berstatus sebagai objek vital nasional tersebut.
Praktisi hukum senior, Anthon Raharusun, menyoroti peristiwa tersebut dan mempertanyakan efektivitas sistem keamanan yang diterapkan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia, khususnya di kawasan Grasberg.
Menurutnya, selama ini sistem pengamanan di perusahaan tambang raksasa tersebut dikenal menggunakan pola ring security atau pengamanan berlapis yang melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat negara.
“Yang pertama saya pertanyakan adalah sistem pengamanan yang dilakukan aparat keamanan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia, terutama di Grasberg. Kita tahu bahwa Freeport memiliki sistem pengamanan berlapis,” kata Anthon di Jayapura, Kamis (12/3).
Ia menilai, dengan sistem keamanan yang ketat tersebut, seharusnya insiden penembakan tidak mudah terjadi di area yang sangat vital bagi operasional perusahaan.
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…
"Beliau adalah tokoh politik senior Partai Golkar yang telah banyak memberikan pengabdian dan pemikiran…