

Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura, Dr. Anthon Raharusun.
JAYAPURA–Insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di areal tambang PT Freeport Indonesia pada Rabu (11/3) menggegerkan publik. Peristiwa yang terjadi di kawasan tambang Grasberg itu mengakibatkan tiga orang tertembak dan satu karyawan dilaporkan meninggal dunia.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal memiliki pengamanan berlapis serta berstatus sebagai objek vital nasional tersebut.
Praktisi hukum senior, Anthon Raharusun, menyoroti peristiwa tersebut dan mempertanyakan efektivitas sistem keamanan yang diterapkan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia, khususnya di kawasan Grasberg.
Menurutnya, selama ini sistem pengamanan di perusahaan tambang raksasa tersebut dikenal menggunakan pola ring security atau pengamanan berlapis yang melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat negara.
“Yang pertama saya pertanyakan adalah sistem pengamanan yang dilakukan aparat keamanan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia, terutama di Grasberg. Kita tahu bahwa Freeport memiliki sistem pengamanan berlapis,” kata Anthon di Jayapura, Kamis (12/3).
Ia menilai, dengan sistem keamanan yang ketat tersebut, seharusnya insiden penembakan tidak mudah terjadi di area yang sangat vital bagi operasional perusahaan.
Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…
Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…
PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…
Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…