Categories: BERITA UTAMA

Nantinya Polisi Papua Tidak Lagi Menenteng Senjata

Sementara itu, di buku ini juga, Frits mengatakan perlunya polisi perempuan OAP. Sebab menurutnya, perempuan bisa menjadi peredam. Dalam konteks konflik kekerasan di Papua, ketika ada kehadiran perempuan maka dia bisa meredakan konflik. ”Karena itu kita butuh banyak perempuan Papua yang jadi polisi, supaya dia bisa tampil dan menjadi penyejuk di tengah masyarakat terutama di daerah konflik. Karena perempuan dalam pendekatannya selalu menggunakan hati,” kata Frits.

Namun lanjut Frits, syarat menjadi Polisi Papua adalah dia bisa berbahasa daerah lokal sehingga bisa memitigasi konflik.

”Negara ini sudah melakukan berbagai cara untuk menangani konflik di Papua, mulai dari pemekaran, Otsus, DOB dan lainnya. Namun itu justru mengembangkan jejaring konflik yang lebih masif,” ujarnya.

Sementara itu, alasan Frits melakukan peluncuran buku di kampus dan mengundang para pelajar di Jayapura karena pelajar adalah agen pentingnya memitigasi konflik. ”Buku ini difokuskan pada anak-anak SMA dan kampus,” ucapnya.

Kata Frits, narasumber di buku ini ada Guru Besar Antrpologi, Prof Fredrik Sokoy, Guru Besar Sosiologi, Guru Besar Hukum Adat dan beberapa pandangan-pandangan penting.

”Saya harap semua orang bisa mengakses buku ini, supaya dia memahami bahwa Papua bukan daerah konflik, melaikan daerah rawan konflik dan sudah terlalu banyak korban dari konflik ini,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Antrpologi, Prof Fredrik Sokoy mengaku buku Polisi OAP merupakan sajian informasi yang segar, mudah dimengerti karena diambil langsung dari beberapa contoh kasus sederhana yang sering terjadi.

”Bukunya lugas, sederhana dan empiris juga,” kata Prof Sokoy yang menjadi Keynote Speaker di peluncuran buku. Menurutnya, pendapat penulis tentang kasus-kasus tertentu di Papua terlihat cukup bagus diungkapkan dan dihubungkan. Sehingga menjadi sebuah kecenderungan dalam memberikan pengertian yang baik untuk masyarakat dan publik.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum DiketahuiSeminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

19 hours ago

Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…

20 hours ago

Gara-gara Asap, Pasien Sempat Dievakuasi

Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…

23 hours ago

Libatkan 9 Dokter, Langkah Pertama Buat Saluran Pembuangan Feses

Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…

24 hours ago

Ternyata Bukan dari Tepung Ubi, Pakar IPB Sebut Tepung Jagung

Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…

1 day ago

DPR Siap Terima Aspirasi Massa AMPB

Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga…

1 day ago