”Ada dua hal yang saya lihat dalam buku ini. Pertama, sedang memberikan informasi bahwa masih ada jembatan komunikasi yang terputus antarmasyarakat di satu pihak dan TNI-Polri di pihak yang lain. Kedua, mencari pola pemodelan tentang rekrutmen polisi OAP ke depan,” ungkapnya.
Di buku ini juga kata Prof Sokoy, memberi inspirasi kepada kita untuk segera mencari pemodelannya. Sarena sesungguhnya, polisi adalah masyarakat yang diberi tanggung jawab untuk memberikan rasa aman.
”Bagaimana merekrut kembali Polisi OAP yang karakternya kita ambil dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya. Sekadar diketahui, tim dalam buku ini adalah Frits Ramandey, Melchior Weruin dan Muhammad Herdika. Dengan editor adalah Stanley Adi Presetyo. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
"Untuk penumpang yang turun dari KM Dorolonda hari ini sebanyak 1.337 orang. Sedangkan data penumpang…
Meski resmi dibuka beberapa catatan penting yang dapat dipetik dari hasil mediasi dari kedua belah…
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua…
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan…
Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata…
Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah mobil Mitsubishi Triton warna…