”Ada dua hal yang saya lihat dalam buku ini. Pertama, sedang memberikan informasi bahwa masih ada jembatan komunikasi yang terputus antarmasyarakat di satu pihak dan TNI-Polri di pihak yang lain. Kedua, mencari pola pemodelan tentang rekrutmen polisi OAP ke depan,” ungkapnya.
Di buku ini juga kata Prof Sokoy, memberi inspirasi kepada kita untuk segera mencari pemodelannya. Sarena sesungguhnya, polisi adalah masyarakat yang diberi tanggung jawab untuk memberikan rasa aman.
”Bagaimana merekrut kembali Polisi OAP yang karakternya kita ambil dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya. Sekadar diketahui, tim dalam buku ini adalah Frits Ramandey, Melchior Weruin dan Muhammad Herdika. Dengan editor adalah Stanley Adi Presetyo. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…
Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…
Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…
Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…
Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…
Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…