”Ada dua hal yang saya lihat dalam buku ini. Pertama, sedang memberikan informasi bahwa masih ada jembatan komunikasi yang terputus antarmasyarakat di satu pihak dan TNI-Polri di pihak yang lain. Kedua, mencari pola pemodelan tentang rekrutmen polisi OAP ke depan,” ungkapnya.
Di buku ini juga kata Prof Sokoy, memberi inspirasi kepada kita untuk segera mencari pemodelannya. Sarena sesungguhnya, polisi adalah masyarakat yang diberi tanggung jawab untuk memberikan rasa aman.
”Bagaimana merekrut kembali Polisi OAP yang karakternya kita ambil dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya. Sekadar diketahui, tim dalam buku ini adalah Frits Ramandey, Melchior Weruin dan Muhammad Herdika. Dengan editor adalah Stanley Adi Presetyo. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
PSBS Biak akan melakoni laga pamungkas mereka pada Super League 2025/2026 pada Sabtu (23/5). Tim…
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, mengatakan korban diketahui…
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…