Categories: SENTANI

Disayangkan, Perlakuan Oknum Taksi Bandara Cek Ponsel Penumpang

GM Bandara Sentani Ingatkan Pengemudi Transportasi Kedepankan Pelayanan yang Humanis

SENTANI – Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara Sentani setelah tiba dari Wamena. Ia mengaku sempat ditawari menggunakan taksi bandara, namun menolak karena telah menunggu jemputan.  Menurutnya, beberapa pengemudi kemudian meminta untuk memeriksa telepon genggam miliknya guna memastikan dirinya tidak memesan transportasi online.

“Saya diminta memperlihatkan handphone untuk dicek apakah memesan taksi online atau tidak,” katanya.

Dia juga mengaku diarahkan menunggu di luar area bandara dan kembali mengalami perlakuan serupa dari ojek pangkalan yang menuduh dirinya sedang menunggu ojek online hingga sempat terjadi adu mulut.

Menurutnya, tindakan tersebut merugikan masyarakat karena penumpang seharusnya bebas memilih jasa transportasi yang diinginkan tanpa intimidasi maupun larangan tertentu.

“Saya harap, pemerintah daerah, pihak bandara, dan aparat kepolisian dapat lebih tegas menertibkan pengemudi transportasi di kawasan bandara agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik dan profesional,” pungkasnya.

Sementara itu General Manager Bandara Internasional Sentani, I Nyoman Noer Rohim, menegaskan kondisi operasional bandara saat ini tetap berjalan normal, aman, nyaman, kondusif, dan terkendali bagi seluruh pengguna jasa.

Menurut manajemen bandara, informasi yang berkembang tidak mencerminkan kondisi umum di lapangan. Secara keseluruhan, layanan transportasi dan aktivitas penjemputan penumpang masih berlangsung tertib dengan dukungan seluruh pihak terkait.

“Sebagai bentuk kolaborasi pelayanan kepada masyarakat, aparat Polsek KP3U Bandara Internasional Sentani rutin melaksanakan patroli dan memberikan imbauan kepada para pengemudi transportasi bandara agar mengedepankan pelayanan yang baik dan humanis,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

2 hours ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

3 hours ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

4 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

5 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

6 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

7 hours ago