Categories: BERITA UTAMA

TNPB-OPM Terus Tebar Ancaman

Koops TNI Habema Siap Evakuasi Delapan Pendulang Emas Tewas

JAYAPURA–Usai mengklaim telah membantai 8 pendulang emas di Koroway, Boven Digoel. Aksi teror kekerasan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) masih berlanjut dengan membakar bangunan sekolah.  Dimana Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM mengklaim telah membakar satu unit bangunan SMPN Koasrama di Distrik Dekai, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (20/5) malam sekira pukul 22.00 WIT.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi pembakaran dilakukan saat operasi kelompok tersebut berlangsung di wilayah Yahukimo. Dalam pernyataannya, TPNPB kembali menegaskan penolakan terhadap pembangunan infrastruktur pemerintah di Papua, termasuk sekolah, jalan, rumah, jembatan maupun fasilitas umum lainnya. Kelompok tersebut juga mengancam akan melakukan pembakaran terhadap bangunan pemerintah yang dibangun di wilayah Papua.

“Jika hal tersebut tidak diindahkan maka kami siap membakar seluruh hasil pembangunan,” ujar Sebby Sambom dalam keteranganya, Kamis (21/5)

Iapun menyebut tindakan itu disebut sesuai perintah Komandan Operasi Umum TPNPB, Lekagak Telenggen. Selain itu, TPNPB juga meminta pemerintah pusat menghentikan pengiriman aparat keamanan ke wilayah konflik bersenjata di Papua. Kelompok tersebut turut mengeluarkan ancaman terhadap pihak-pihak yang disebut terlibat dalam aktivitas intelijen maupun warga yang berada di wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

TPNPB dalam pernyataannya kembali menegaskan penolakan terhadap seluruh kebijakan pemerintah Indonesia di Papua dan menyebut keberadaan Indonesia di Papua sebagai bentuk kolonialisme.

“Kami minta agar warga non OAP segera meninggalkan wilayah konflik bersenjata di Papua,” tegas Sebby

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan maupun Pemerintah Kabupaten Yahukimo terkait insiden pembakaran gedung sekolah tersebut

Sementara itu, Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyiapkan langkah evakuasi terhadap korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Boven Digoel, Kamis (21/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi pada Rabu 20 Mei 2026. Kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka diduga melakukan penyerangan terhadap delapan orang pendulang emas di wilayah Korowai.

Kelompok tersebut menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar. Namun, Koops TNI Habema menegaskan bahwa seluruh korban merupakan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kemarau di Merauke Diprediksi hingga Akhir Tahun

Kondisi tersebut disampaikan dalam penjelasan terkait perkembangan cuaca dan iklim di wilayah Papua Selatan, menyusul…

18 hours ago

Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan

Wakil Gubernur Papua Barat Daya mengatakan tanah yang telah diwakafkan harus memiliki dokumen hukum yang…

19 hours ago

Perawat Diminta Siap Mengabdi di Daerah Terpencil

Para mahasiswa keperawatan diminta tidak hanya mengejar profesi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kesiapan…

20 hours ago

BTM: Pemekaran Papua Utara Menyatukan Harapan Masyarakat

   Daerah Otonom Baru (DOB) itu, kata dia, bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan…

21 hours ago

Jangan Tunggu Ada Keluhan Jantung, Biasakan Hidup Sehat dan Rutin Periksa

Dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua mengajak masyarakat lebih…

1 day ago

​Bangunan Liar Marak, Satpol PP Diminta Tertibkan Fungsi Trotoar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan wajah kota.…

1 day ago