Empat orang tersebut dua di antaranya tewas, mereka adalah Dese Mujijau dan Serpianus Maiseni. Sedangkan dua lainnya yang mengalami luka-luka yaitu Daume Duwitau dan Aguni Hagisimijau. “Dese Mujijaui sudah dimakamkan secara manusiawi, sementara Serpianus Maiseni jenazahnya dibakar sebagaimana mestinya korban perang atau konflik,” kata Yoyakim, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (15/8).
Sambung Yoakim, sementara dua korban yang mengalami luka-luka Daume Duwitau dan Aguni Hagisimijau menjalani pengobatan di masing-masing pos mereka. “Kami sudah mengimbau masing-masing pihak menahan diri hingga nanti peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 RI selesai,” ungkapnya.
Ia mengatakan, saat kontak senjata terjadi di Kampung Eknembe, masyarakat mengungsi ke hutan. Namun saat ini, mereka mulai kembali ke kampung. “Untuk masyarakat Kampung Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning, hingga saat ini masih mengungsi. Mereka takut kembali ke kampung,” pungkasnya. (rel/fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok, khususnya minyak goreng merek Minyakita dan beras,…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudy Aibesa, S.K.M menyatakan kasus pembongkaran dan pengerusakan puskesmas…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muchlis Karim, menjelaskan bahwa kegiatan nasional tersebut merupakan…
Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pendidikan dan Perpustakaan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menghadiri acara kelulusan siswa Sekolah Jenius yang berlangsung di…
Haris menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah tentu mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Karena itu,…