Categories: BERITA UTAMA

Sinyal Revisi Aturan Dana Otsus Menguat di Forum Papua

Gubernur Papua Usulkan Dana Otsus Masuk di APBN

MIMIKA- Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (11/5). Pertemuan bertajuk Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua ini menjadi babak krusial bagi konsolidasi pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang pada tahun anggaran 2026 ini melonjak hingga Rp 12,69 triliun.

Pemerintah daerah di Tanah Papua bersama kementerian terkait mulai menggalang kekuatan untuk merombak regulasi teknis Otonomi Khusus (Otsus). Dalam Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (11/5)) mencuat desakan untuk merevisi aturan penganggaran demi memastikan dana triliunan rupiah tersebut benar-benar mendarat di tangan Orang Asli Papua (OAP).

Gubernur Papua Tengah sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, Meki Fritz Nawipa, memberikan teguran keras bagi rekan sejawatnya dalam forum tersebut. Ia menyoroti fenomena ego sektoral yang kerap menghambat kemajuan Papua di level pimpinan daerah.

“Orang Papua ini—termasuk saya—kalau sudah jadi gubernur, kita sombong dan lupa diri. Tidak mau bekerja sama dengan gubernur atau kelompok sebelah karena mencari status masing-masing,” ujar Meki dalam sambutannya.

Meki menegaskan bahwa pembentukan enam provinsi di Papua seharusnya menjadi alat percepatan kesejahteraan, bukan sekat untuk saling mengabaikan.
Ia mendorong para kepala daerah untuk menyatukan suara dalam menghadapi Jakarta, terutama terkait koreksi kebijakan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang selama ini dianggap belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Satu dalam enam, enam dalam satu. Kita harus bicara dari hati ke hati untuk bagaimana merangkum satu hati agar Papua bisa maju,” tuturnya.

Kritik terhadap efektivitas Otsus juga datang dari sisi mitra pembangunan. Team Leader SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), Petrarca Karetji, mengibaratkan kendala pembangunan Papua sebagai tiang penghalang yang membuat pemerintah berjalan sempoyongan.
Ia mencatat tiga masalah akut: sinisme masyarakat yang sudah meragukan manfaat dana Otsus, lemahnya data sosial ekonomi Orang Asli Papua (OAP), serta minimnya kolaborasi antarlembaga.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Pesawat Dibakar, Pilot Ditembak, Pelaku Langsung Berpose

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…

4 hours ago

Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…

5 hours ago

Presiden Perlu Evaluasi Operasi Keamanan di Papua

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…

6 hours ago

Singgung Demo Ditahan, Konvoi Bola Dibebaskan

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…

7 hours ago

Okto Disebut Sebagai Wakil Komandan TPNPB-OPM

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…

8 hours ago

Cetak Sawah Baru di Sota Masih Terkendala Penolakan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan,   secara…

9 hours ago