

Salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berpose di atas puing - puing pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) PK-RCY saat mendarat di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7) (Sebby For Cepos)
JAYAPURA– Kabar duka kembali membelah ketinggian lembah di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7). Seorang pilot bernama Nicholas F Goselin tewas tergeletak di tengah lapangan terbang perintis Ipdeheik, Yahukimo. Pesawat ini membawa 7 penumpang namun semuanya dilaporkan selamat kecuali sang pilot.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden pembakaran pesawat perintis jenis Pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY di Bandara Perintis. Usai menembak sang pilot, pesawat kemudian dibakar. Ironinya, usai melakukan aksi tersebut anggota kelompok ini justru berpose di atas puing-puing pesawat berbadan kecil tersebut.
Dalam keterangan tertulis, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kompi Bakusip. Ia juga mengklaim pilot pesawat berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, meninggal dunia dalam insiden tersebut.
“Kami menembak dan membakar pesawat karena pesawat tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer Indonesia di wilayah pedalaman Papua,” ujarnya.
Sehingga tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan oleh TPNPB-OPM terkait pelarangan penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi. Penembakan dan pembakaran pesawat tersebut dilakukan atas perintah pimpinan Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak.
Selain itu, kelompok ini kembali menyerukan agar dilakukan perundingan untuk menyelesaikan konflik di Papua. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut juga mengeluarkan ancaman terhadap penerbangan sipil yang tetap beroperasi di wilayah yang mereka sebut sebagai zona operasi.
“Semua pilot dan penerbangan sipil yang selalu melakukan pendoropan pasukan militer Indonesia ke wilayah perang agar segera dihentikan sebelum akar persoalan konflik di Papua antara pemerintah Indonesia dan orang Papua diselesaikan,” tegas Sebby.
Tidak hanya itu TPNPB juga meminta aparat keamanan agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil menyusul aksi pembakaran pesawat tersebut. Sebab pasukan TPNPB saat ini telah meninggalkan Kampung Balinggama.
“Pasukan kami telah meninggalkan lokasi dan sudah ada di wilayah lain di Kabupaten Yahukimo,” tutup Sebby. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…
Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu meminta agar penanganan…