Selain itu etika bermedia sosial menjadi sangat penting, karena bagaimana pun hal tersebut akan menunjukkan citra diri (karakter), dan dapat merendahkan marwah institusi jika tidak dilakukan secara bijak sesuai norma sosial, susila, agama dan hukum yang berlaku.
Menurutnya media sosial adalah alat kontrol masyarakat yang dilakukan secara pribadi maupun kelompok terhadap apa yang telah dilakukan oleh pemerintah, namun tak menguntungkan masyarakat.
Kurangnya literasi digital dan rendahnya kesadaran akan etika berinternet menjadi faktor yang mempengaruhi tingginya penyebaran informasi yang tak sopan dalam bermedsos. Yang menjadi permasalahan saat ini kata guru besar Uncen itu adalah media sosial tidak dilakukan pengawasan.
Karena itu menurut, pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap setiap postingan yang ada di medsos sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mencederai pemerintah dan instansi terkait lainnya.
“Saya pikir itu wajar. Yang menjadi masalah sekarang ini adalah media sosial juga harus di kontrol. Karena media sekarang terkadang menyampaikan pendapatnya diluar dari kepatuhan moral dan etika,” kata Prof. Avelinus kepada Cenderawasih Pos, Jumat (9/1).
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…