Usai melakukan aksinya, pasangan suami istri itu melarikan diri dari lokasi kejadian dengan membawa sejumlah barang milik korban, diantaranya satu unit mobil Daihatsu Ayla merah, satu unit HP iPhone 15 warna hitam, satu unit tablet Hanzong, dan satu unit laptop Lenovo. Dan untuk untuk menghilangkan jejak, AS membuang HP korban di Jalan Raya Kelapa Dua, Entrop kemudian memarkirkan mobil korban di halaman masjid di Bucen II Entrop.
Hanya saja, upaya pelarian keduanya terhenti pada Jumat (4/7). Polisi yang sudah mengendus rencana kabur ini langsung memperketat pintu-pintu baik pelabuhan maupun bandara. Dan hasilnya AS dan ST akhirnya “dipegang” opsnal gabungan Polresta Jayapura Kota. Ketika itu keduanya hendak kabur ke luar kota melalui jalur laut.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi rasa kesal dan sakit hati AS terhadap korban yang disebut tidak melayani permintaan pinjaman uang. “Kekesalan itu memuncak hingga AS merencanakan pembunuhan dengan melibatkan istrinya,” ujar Kapolresta.
Modus operandi yang digunakan pelaku terbilang sadis. AS memukul korban secara brutal dengan balok kayu hingga menyebabkan tulang tengkorak bagian belakang korban hancur dan mengalami pendarahan hebat, sebelum akhirnya mengikat tubuh korban dan menyumpal mulutnya dengan lakban. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa keesokan harinya.
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…