Categories: METROPOLIS

Lampu Jembatan Merah Mati Gara-gara Kabel Dicuri

JAYAPURA – Penyebab gelapnya Jembatan Merah Youtefa akhirnya terkuak. Rupanya, padamnya lampu penerangan di jembatan yang diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo pada, 28 Oktober 2019 lalu, ternyata dikarenakan pencurian kabel.

Hal ini disampaikan oleh Zuananda Azami selaku PPK Balai Pelaksanaan Jalan Papua (BPJN) Jayapura kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/1). Dalam keterangannya Zuananda mengatakan, puluhan meter kabel listrik di jembatan tersebut telah hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi tindakan kriminal di sekitar area jembatan.

Fakta tersebut terungkap ketika dilakukan penelusuran oleh BPJN terkait penyebab padamnya lampu penerangan di jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Jayapura dan distrik Muara Tami itu, pada, Jumat (9/1).

Menurut Zuananda adapun kabel yang dicuri tersebut diperkirakan panjangnya 60-70 meter dengan harga diperkirakan Rp 350 ribu per meter.

“Kabel yang dicuri ini adalah kabel penghubung panel utama ke lampu-lampu di sana (Jembatan Merah Youtefa),” kata Zuananda kepada Cenderawasih Pos via telepon.

Atas peristiwa tersebut, pada Sabtu (14/1) pihak balai jalan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Dengan tujuan dapat memberikan efek jerah kepada para pelaku ketika ditemukan.

Zuananda mengaku pencurian kabel ini bukan kali pertama terjadi di Jembatan merah. Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi pada tahun 2025 lalu. Telah dilaporkan pihak kepolisian namun hingga saat ini para pelakunya tak kunjung dapat.

“Sudah sering kali, tahun kemarin kita pernah kehilangan juga. Kita sudah membuat laporan ke polisi juga, karena kasus tindakan pencurian itukan ranahnya polisi,” ungkapnya.

Pihaknya sangat sulit mendapatkan para pelaku pelaku pencurian tersebut. Menurutnya para pelaku melancarkan aksinya ketika aktivitas di jembatan merah dalam kondisi sepi atau di pertengahan malam.

Selain itu, titik-titik yang menjadi target dari pelaku pencurian ini jauh dari kamera pemantauan atau CCTV di lokasi, sehingga tidak dapat terdeteksi. Karena itu kedepannya Balai Jalan berencana akan ada penambahan CCTV yang akan dipasangkan di titik-titik yang dianggap rawan pencurian.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago