Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Rekomendasikan Periksa Anggota yang Diduga Terlibat

JAYAPURA-Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Papua terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus dua warga di Yahukimo yang tewas saat aksi demo penolakan Daerah Otonom Baru (DOB) pada Mei lalu.

Terkait dengan kasus tersebut, Komnas HAM Papua telah melakukan investigasi yang dipimpin langsung Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey.

Dari hasil investigasi Komnas HAM saat itu, menemukan ada dua orang yang meninggal dunia dan kurang lebih lima orang mengalami luka luka.

Mereka yang meninggal dunia saat itu diduga terkena peluru aparat. Dalam persitiwa tersebut, juga terdapat 10 unit ruko dibakar dan satu kantor pemerintahan.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan monitoring untuk perkembangan kasus tersebut. Karena ada dua orang meninggal dunia dan dua cacat permanen serta ada yang luka-luka.

“Prinsipnya kami menyampaikan rekomendasi kepada pihak terkait untuk memeriksa anggota yang diduga terlibat. Kami sudah menindaklanjuti kasus tersebut,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/7).

Frits juga menjelaskan bahwa dari aspek investigasi pihaknya sudah selesai, sehingga secara teknis Komnas HAM akan mengecek perkembangan penanganan di internal lingkungan Kepolisian.

“Terkait kasus Yahukimo kami sudah memeriksa dan meminta keterangan sejumlah anggota polisi yang diduga waktu itu ada di lokasi,” jelas Frits.

Sementara itu, terkait permintaan untuk investagasi lanjut atas tewasnya dua warga di Yahukimo saat aksi demo tolak DOB Frits menyampaikan, terhadap permintaan ini Komnas akan tindak lanjuti dengan melakukan monitoring lanjutan terhadap hasil investigasi yang sudah disampaikan ke pada pihak terkait.

“Kami akan cek ke internal Polda tentang perkembangan tindak lanjut dari rekomendasi kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekelompok warga melakukan aksi demo penolakan Daerah Otonom Baru (DOB) di Kabupaten Yahukimo yang berujung pada dua warga dari peserta demo tewas diduga akibat ditembak aparat pada Selasa (15/3) lalu.

Adapun dua warga yang tewas tersebut diketahui bernama Yakob Dell dan Erson Yepsa. Selain dua warga yang tewas empat lainnya luka luka dan menjalani penanganan medis saat itu. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

14 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

15 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

16 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

17 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

18 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

19 hours ago