Categories: BERITA UTAMA

Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Papua dan Papua Selatan

Sementara untuk masalah keuangan, lanjut dia, segera dicarikan solusi untuk penyelesaiannya. Namun bila masih jalan di tempat, secepatnya dikoordinasikan ke Mendagri untuk dimintakan saran dan masukan serta solusinya.

“Intinya masalah keuangan itu akan kita pelajari dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat (Mendagri-red). Kalau solusi tidak ada, kita laporkan kira-kira apa saran dan masukannya. Kita minta petunjuk seperti apa penyelesaiannya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Pilkada, Limbong berpesan agar seluruh ASN netral, sebab ada sanksi tegas bagi yang terlibat kepada salah satu calon kepala daerah maupun partai politik.

“Dengan begitu, harapan saya Pilkada itu aman lancar dan hasilkan pemimpin yang dicintai rakyat Papua. Dan itu nanti akan saya laksanakan bersama-sama dengan OPD Pemprov Papua dan masyarakat,” tambahnya.

Limbong juga memastikan akan fokus pada penanganan kesejahteran masyarakat, kesehatan yang salah satunya adalah penanganan stunting. Termasuk memperhatikan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. “Sebab perbatasan itu beranda terdepan kita. Bagaimnana kehidupan masyarakat disana, apakah sudah layak hidupnya, nanti itu akan kita kaji dan cari solusinya seperti apa,” pungkasnya.

  Terkait pelantikan Pj Gubernur Papua yang berlatar belakang militer, Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey berharap Ramses Limbong bisa mengembalikan dinamika birokrasi di Pemerintah Provinsi Papua yang menurutnya dalam beberapa tahun terakhir ini, dimana ada dinamika antara staf dan Pemda, seperti demo dan lainnya.

  “Kita harap Pj Gubernur Papua yang baru bisa menormalkan kembali birokrasi yang ada di Provinsi Papua,” kata Frits saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (5/8).

   Yang terpenting, kata Frits, Pj Gubernur Papua yang baru bisa mempersiapkan segala hal untuk pelaksanaan Pilkada di Papua agar berjalan aman.

“Pemilukada di Provinsi Papua maupun kabupaten/koa harus berjalan dengan baik  supaya menjadi baromoter demokrasi di Papua,” ujarnya.

   Tugas lainnya, lanjut Frits, Pj Gubernur Papua yang baru bisa menggerakkan Forkopimda. Sebab terkesan nyaris koordinasi antara Forkopimda dengan Pemda Provinsi Papua nyaris 1 tahun ini tidak berjalan maksimal.

  “Pak Pj Gubernur Papua Ramses Limbong punya tangggungjawab untuk membangun koordinasi komunikasi kembali di Papua,” kata Frits.

   Termasuk memberi perhatian kepada Komnas HAM selaku lembaga resmi yang diatur di UU Otsus. Sebab menurut Frits 3  tahun belakangan Komnas HAM tidak mendapat perhatian dari Pemprov.

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kursi Sekda Papua MemanasKursi Sekda Papua Memanas

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

2 days ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

2 days ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

2 days ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

2 days ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

2 days ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

2 days ago