Categories: PILKADA 2024

Geruduk Bawaslu, Tiga Paslon  Minta Bantuan di Presiden dan Kapolri

Dugaan Keterlibatan Kapolres Keerom Juga Dilaporkan

JAYAPURA – Tak puas terkait penanganan laporan dugaan pelanggaran dalam Pilkada, tiga pasangan calon yang bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) wali kota-wakil wali kota dan bupati serta wakil bupati menggeruduk kantor Bawaslu Papua, Selasa (3/12).

Kedatangan mereka ada yang langsung namun ada juga yang diwakili. Tiga Paslon tersebut adalah Boy Markus Dawir dan Dipo Wibowo untuk Pilkada Kota Jayapura, Kenius Kogoya-Nursalim Ar-Rozy serta Petrus Solossa dan Mustakim di Pilkada Keerom. Sebelum ditemui anggota Bawaslu, tim dari Paslon BMD-Dipo menyampaikan orasinya di depan Kantor Bawaslu terkait adanya politik uang dan kejanggalan di Pilkada Kota Jayapura.

Tim calon dari BMD-Dipo, Margaretha Faubun meminta supervisi dari Bawaslu Provinsi Papua untuk melihat sejauh mana laporan yang telah mereka masukkan sejak 18 November namun dirasa tidak ada tindaklanjut hingga saat ini.

“Jika laporan yang kami masukkan menjatuhkan sanksi, maka Paslon yang menjadi terlapor harusnya  bukan menjadi peserta Pemilu saat ini. Dengan laporan tersebut tidak ditindaklanjuti kami dirugikan dengan kondisi Pilkada hari ini,” Margaretha.

Disamping itu banyaknya dugaan pelanggaran yang terjadi ditahapan pungut hitung di Pilkada Kota Jayapura. Diantaranya penggelembungan suara yang terjadi di banyak TPS dan politik uang yang dilakukan di TPS. “Bagi kami, fungsi Bawaslu bukan saja menunggu laporan dari pihak yang dirugikan untuk kemudian diproses, tetapi Bawaslu mempunyi fungsi mengawasi sehingga temuan yang tanpa laporanpun harusnya Bawaslu bisa memproses,” ujarnya.

Atas dugaan pelanggaran itu, tim dari pasangan calon BMD-Dipo merekomendasikan 575 TPS di Kota Jayapura dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). “Jika PSU tidak dilakukan, kami menempuh jalur hukum. Sebab ada laporan kami yang sudah masuk dan tidak ditanggapi sampai hari ini, kami akan membawa laporan itu untuk meminta pertanggungjawaban mereka termasuk akan membawanya ke Gakumdu,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

12 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

13 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

13 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

14 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

14 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

15 hours ago