

Razia yang dilakukan Polres Merauke dalam patroli dan razia yang dilakukan dari Sabtu sampai Minggu dinihari. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Situasi Kota Merauke dalam beberapa hari terakhir ini terasa mencekam terutama di malam hari akibat beberapa kejadian penganiayaan yang viral di media sosial membuat Polres Merauke harus kerja keras untuk mengembalikan rasa aman tersebut dengan menggelar patroli dan razia dalam beberapa hari terakhir ini.
Seperti yang dilakukan pada Sabtu (22/2) malam dengan menurunkan 101 personel dengan menyisir hampir seluruh jalan yang ada di Kota Merauke. Patroli ini dimulai Sabtu (22/2) sekira pukul 21.00 WIT dan berakhir Minggu dini hari.
Selain melaksanakan patroli, Polisi juga melakukan razia dengan sasaran orang yang membawa senjata tajam, minuman keras, orang yang dalam keadaan mabuk karena pengaruh minuman keras dan barang terlarang lainnya untuk menciptakan kondisi kota Merauke agar tetap aman dan kondusif. Dan pelaksanaan razia diantaranya dilakukan dipertigaan jalan Trikora-Jalan Polder Kodim serta beberapa tempat lainnya.
Wakapolres Merauke Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K yang memimpin langsung patroli cipta kondisi dan razia tersebut mengatakan bahwa ada beberapa orang yang dalam razia kedapatan membawa senjata tajam. Mereka yang tertangkap membawa senjata tajam itu diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polre Merauke untuk diproses secara hukum. Proses hukum ini unttuk memberi efek jerah kepada masyarakat yang sering membawa senjata tajam bukan pada tempatnya.
“Patroli cipta kondisi seperti ini akan terus dilakukan setiap malam, karena pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas menjadi tugas dan tanggung jawab Polri,” tandas Wakapolres. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…