Apalagi sejak diberlakukannya tanah Papua sebagai daerah Otonomi khusus, tentunya hal ini berdampak pada kemandirian dari wilayah Papua itu sendiri. Salah satunya mengelolah keuangan daerah, melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada.
“Karena tanah Papua ini masih menjadi daerah Otonomi Khusus, maka afirmasi terhadap kebijakan anggaran masih dilakukan oleh pemerintah pusat, sayangnya pemerintah pusat, tidak memikirkan hal itu, tapi bersemangat untuk membuka pemekaran daerah otonomi,” beber Willem.
Berbeda halanya , apabila pemerintah pusat memberikan ruang seluas-luasnya kepada pemerintah daerah Papua untuk mengelola keuangan daerahnya dengan memanfaatkan potensi yang ada. “Kalau pemerintah, baik Papua Induk maupun DOB diberi ruang untuk mandiri, pastinya akan meringankan beban pemerintah pusat,” ujarnya.
Namun sayangnya sistem dan regulasi yang dibuat pemerintah pusat, sehingga memuluskan intervensi mereka dalam mengelola sumber daya alam yang ada di Papua, sehingga yang terjadi sangat berdampak pada beban kerja pemerintah daerah untuk mengelola keuangan daerahnya masing masing.
“Persoalan ini, juga butuh ketegasan pemerintah daerah baik Papua Induk maupun DOB, mereka harus bersuara ke pemerintah pusat sehingga beban pembiayaan rutin mereka bisa dipenuhi,” pungkasnya. (rel/tri)
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…