

Mobil kebakaran yang kesulitan keluar gang usai memadamkan api di lokasi kebakaran di Jalan Kampung Buton, Perumnas II, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (26/9) malam. (foto:Elfira/Cepos)
Usai Padamkan Api, Mobil Pemadam Kebakaran Kesulitan Keluar
JAYAPURA – Dugaan korsleting listrik jadi penyebab terbakarnya 16 unit kos-kosan di Jalan Kampung Buton, Perumnas II, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (26/9) malam.
Tak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Namun berdasarkan data kepolisian, kerugian materil diperkirakan sekitar Rp300 juta. Pemilik kos diketahui bernama Piyt Yawalka (65), seorang pensiunan PNS.
Kasi Pengendalian Operasi Damkar Kota Jayapura, Velix Rumbiyaan mengatakan, korsleting listrik terjadi di lantai 2 kamar kos. Dari 19 unit kos-kosan, 16 unit diantaranya terbakar. Sedangkan 3 unit, sebatas kena percikan.
“Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting dari lantai 2,” ungkap Velix, kepada Cenderawasih Pos.
Ia menjelaskan, korsleting listrik biasa disebabkan penumpukan colokan di satu titik. Selain itu, kabel yang digunakan terkadang tidak sesuai. Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Terdiri dari 4 unit mobil pompa, dan 2 unit mobil penyuplai. “Kami menerima laporan kebakaran sekira pukul 18:30 WIT, saat itu juga langsung turun ke lokasi,” ungkapnya.
Hanya saja kata Velix, mobil mereka kesulitan saat masuk gang. Terutama usai memadamkan api. “Mobil kami kesulitan keluar masuk akibat kecilnya gang. Kami juga kesulitan manuver akibat kendaraan yang menghalangi dan warga yang berada di lokasi,” ungkapnya.
Page: 1 2
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…