Dikatakan Velix, rata-rata penghuni kos adalah para mahasiswa. Dari barang-barang yang terbakar, ada ijazah penghuni kos yang tak bisa diselamatkan. Salah satu penghuni kos, Tetenus mengaku dirinya tertidur saat kebakaran terjadi. Ia terbangun ketika orang-orang berteriak kebakaran.
“Saya tertidur saat terjadi kebakaran, tidak tahu pasti kejadiannya jam berapa. Ketika ada suara teriakan kebakaran, saya terbangun dan langsung lompat dari lantai dua ke bawah,” ungkap mahasiswa Uncen ini.
Akibat kebakaran tersebut, ijazah SMP dan SMA, termasuk tiket pesawat dari Jayapura menuju Dekai, terbakar. “Uang saya Rp2 juta hilang diambil orang, mereka hanya menyisahkan KTP saya,” ungkap Tetenus yang baru sebulan tinggal di kos tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data kepolisian, kebakaran terjadi sekira pukul 18:10 WIT. Dari keterangan beberapa saksi, sebelum kebakaran terjadi. Meteran listrik sempat turun, tak lama kemudian tercium bau barang yang terbakar.
Para saksi sempat melihat kepulan asap dan api yang berada di lantai 2, seketika langsung berteriak meminta tolong kepada penghuni kos dan warga sekitar untuk memadamkan api.
Para penghuni kos berusaha memadamkan api, namun karena keterbatasan air maka api merembet semakin membesar dan menghanguskan seluruh bangunan kos. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 20:10 WIT. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…