Categories: METROPOLIS

Tiga Tahun Terakhir, Kasus KDRT Menurun

JAYAPURA– Selama tiga tahun terakhir, sejak tahun 2021 sampai dengan 2023 kemarin, trend kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kota Jayapura cenderung terus mengalami penurunan kasus.

   Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, Nurseha Biga,  menjelaskan di tahun 2021 ada 100 kasus yang ditangani,  di tahun 2022 ada 50 kasus dan terakhir 2023 17 kasus.

  Menurut Biga, salah satu penyebab terjadinya KDRT akibat pengaruh minuman beralkohol yang dikonsumsi suami, sehingga menimbulkan kekerasan. Ada juga  faktor pihak adanya ketiga dalam rumah tangga.

   “Untuk proses KDRT ini korban data melaporkan ke kami sehingga petugas kami menangani dan memberikan bimbingan,” ujar Nurseha Biga di Jayapura, Jumat, (26/4).

   Dia menjelaskan dengan melihat data tersebut, maka diyakini kesadaran keluarga sudah mulai baik, sehingga kasus KDRT di Kota Jayapura terus mengalami penurunan.

   Sementara itu untuk tahun 2024 ini pihaknya masih melakukan pendataan, namun dipastikan kasusnya juga tidak terlalu signifikan.”Kami berharap dengan adanya sosialisasi yang terus dilakukan oleh petugas kami di lapangan, dapat  lebih meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga KDRT tidak terjadi lagi,”ungkapnya.

    Untuk mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kota Jayapura itu, pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi pencegahan dan penanganan KDRT di tengah masyarakat terutama melalui 5 distrik di Kota Jayapura.

   Sosialisasi itu tentunya menyasar pasangan muda yang baru menikah. Dari kegiatan itu diharapkan mereka memahami dengan baik dan benar prinsip-prinsip yang harus dilakukan ketika membangun hidup berumah tangga bersama pasangan.

   “Kami melaksanakan  program  sosialisasi pencegahan dan penanganan KDRT di lima distrik di Kota Jayapura, terutama pada pasangan yang baru menikah. Diharapkan ini merupakan suatu langkah yang positif bagi pasangan yang baru menikah untuk tidak melakukan kekerasan,” tambahnya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

13 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

14 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

15 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

16 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

17 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

18 hours ago