Categories: METROPOLIS

Pemkot Sikapi Aspirasi Tenaga Honorer

Terkait Hasil Seleksi P3K Tahap II yang Diprotes

JAYAPURA – Puluhan Pegawai yang terdiri dari para Nakes, Guru dan yang lainnya melakukan aksi protes di Kantor walikota yang diterima langsung oleh Wakil Walikota, Rustan beserta jajarannya, Rabu (27/8). Adapun poin-poin tuntutan yang disampaikan antara lain, kejelasan status dan transparansi.

Para peserta aksi menilai banyak pelamar PPPK yang tiba-tiba dinonaktifkan tanpa penjelasan yang pasti. Mereka meminta adanya kejelasan agar tidak menimbulkan kebingungan dan keresahan di kalangan honorer.

Mereka menuntut hak Atas Informasi. Dimana setiap pelamar berhak mengetahui hasil verifikasi berkas dan alasan administratif yang menyebabkan status nonaktif. Merka juga meminta adanya mekanisme resmi bagi pelamar untuk mengajukan keberatan atau klarifikasi.

Dinonaktifkannya pelamar secara sepihak dianggap merugikan peserta yang telah memenuhi syarat. Oleh sebab itu, mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi ulang agar kesempatan menjadi PPPK tetap terbuka secara adil.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

3 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

4 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

5 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

6 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

7 hours ago