Categories: METROPOLIS

KPU Optimis Rekapitulasi PSU Tepat Waktu

JAYAPURA-Jadwal rekapitulasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua berpotensi molor. Karena itu, Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Papua memberikan warning kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua agar hal itu tidak terjadi.

Menanggapi peringatan tersebut, Ketua KPU Provinsi Papua, Diana Dorthea Simbiak mengatakan bahwa warning yang disampaikan oleh Bawaslu itu merupakan bagian dari tugas pencegahan yang dilakukan oleh Bawaslu itu sendiri.

Sementara KPU sebagai penyelenggara pemilu telah melakukan mitigasi dini agar apa yang menjadi warning dari Bawaslu tidak akan terjadi. Merespon hal itu, KPU Papua Rabu (25/6) kemarin mengelar rapat bersama ketua KPU dari kabupaten/kota seluruh provinsi Papua untuk membahas terkait dengan seluruh persiapan agar pelaksanaan pemilu pada, 6 Agustus 2025 mendatang berjalan dengan lancar, termasuk warning yang disampaikan Bawaslu ke KPU.

Diana Simbiak menyatakan isu keterlambatan rekapitulasi suara tidak berkaitan dengan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif. Ia menegaskan tidak ada keterlambatan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), KPU juga memastikan bahwa proses rekapitulasi berjalan sesuai prosedur.

“Kita buat mitigasinya, kita buat tahapan. Salah satu diantaranya tahapan pemungutan suara. Kita tahu bersama Sirekap pada Pilkada kemarin (2024) hampir 100 persen berhasil,” jelas Dorthea kepada Cenderawasih Pos, Rabu (25/6).

Dorthea mengaku tidak tahu pasti apa yang disampaikan Bawaslu Papua itu sumber datanya berasal dari mana. Setidaknya kata ketua KPU itu, Bawaslu harus mengeluarkan data terlebih dahulu sebelum menyampaikan pernyataan.

Namun begitu, Ketua KPU Diana Dorthea Simbiak, pihaknya tetap optimistis dan pastikan tidak akan terjadi keterlambatan rekapitulasi Pemungutan Suara Ulang. Hal itu ia sampaikan karena satu atau dua Minggu sebelum pemungutan suara ulang berlangsung pada, 6 Agustus mendatang KPU RI (Pusat) akan berkantor di KPU Papua hingga PSU usai.

Untuk itu, Dorthea menyampaikan kepada KPU di tingkat kota/kabupaten untuk terus bekerja keras agar Sirekap nantinya tepat waktu. Dimana dari KPU RI nanti juga akan berkantor di Papua untuk memantau langsung PSU. Hal itu berdasarkan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusan dalam sidang gugatan Pilgub Papua beberapa bulan lalu.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

15 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

21 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

1 day ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

1 day ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

1 day ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

1 day ago