Categories: BERITA UTAMA

Persoalan RSJ Ternyata Cukup Kompleks

JAYAPURA-Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Abepura, dr. Guy Yana Emma Come angkat bicara menanggapi polemik internal yang memicu aksi pemalangan oleh sejumlah petugas medis pada Kamis (22/1). Aksi tersebut merupakan bentuk protes karyawan terkait manajemen rumah sakit, ketersediaan obat, hingga tunggakan jasa pelayanan.

Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran jasa pelayanan, dan ketersediaan reagen laboratorium. Terkait kelangkaan obat, Ema mengakui adanya penipisan stok akibat efisiensi anggaran yang cukup signifikan. Data menunjukkan tren penurunan alokasi dana obat yang drastis.

Pada tahun 2024 sebesar Rp7 miliar, turun menjadi Rp5,2 miliar di 2025, dan kembali merosot menjadi Rp4 miliar pada tahun 2026. “Padahal kunjungan rawat jalan mencapai lebih dari 1000-1200 pasien per bulan, ditambah pasien rawat inap. Kami sudah lakukan penghematan, namun stok tetap menipis,” ujar Emma saat dihubungi via telepon, Kamis (22/1). Sebagai langkah cepat, ia telah mengalokasikan Rp500 juta di awal tahun ini untuk pengadaan darurat.

“Sebagian obat sudah masuk, sebagian lagi dalam perjalanan. Untuk sementara, dokter spesialis berupaya menyiasati dengan obat pengganti agar pelayanan tetap berjalan,” tambahnya. Mengenai tuntutan jasa pelayanan (jaspel) yang belum dibayarkan sejak Mei 2025, Emma menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada mekanisme keuangan daerah.

Karena RSJ Abepura belum berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), semua pendapatan tidak bisa digunakan langsung dan harus masuk ke kas daerah terlebih dahulu.

“Kami terkendala limitasi DPA. Untuk tahun 2025, anggaran jaspel yang tersedia hanya Rp3 miliar dan itu hanya cukup membayar hingga bulan Mei. Sementara itu, klaim BPJS untuk Oktober-Desember masih dalam proses penjaminan,” jelasnya.

Namun, ia menjawab bahwa berdasarkan instruksi Wakil Gubernur saat sidak tiga hari lalu, seluruh jasa yang tertunggak akan segera dibayarkan begitu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tersedia. Untuk tahun 2026, ia juga telah menaikkan alokasi jaspel menjadi Rp4,5 miliar agar kejadian serupa tidak terulang.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sejumlah Anak Terpapar, Merauke Berstatus KLB Campak

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…

1 hour ago

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

2 hours ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

2 hours ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

3 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

4 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

8 hours ago