

Kebakaran yang terjadi di rumah kos di Jalan Hamadi Pertigaan, Sabtu (23/3) lalu. akibat kebakaran ini 15 jiwa terkena dampaknya. (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA– Kepala Bidang Bencana Sosial dan Alam Dinas Sosial Kota Jayapura, Tunggul S.I Simorangkir, SE mengatakan kasus kebakaran yang terjadi di Jalan Hamadi pertigaan, RT 03/09, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, masih dalam penyelidikan polisi. Saat ini Dinas Sosial telah melakukan pendataan korban kebakaran, dimana ada tujuh Kepala Keluarga (KK) dan 15 jiwa.
“Terkait pendataan kebakaran di Hamadi gunung itu sudah kami lakukan dan hasilnya itu tujuh KK dan 15 jiwa,” kata Tunggul kepada Cenderawasih Pos, Senin (25/3) di ruangan kerjanya.
Menurutnya, para korban ini sementara mengungsi di rumah kosong di GKI Immanuel Hamadi. Dimana Dinas kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jayapura memberikan pelayanan berupa kesehatan dan makanan siap saji untuk masa tanggap daruruat selama satu minggu, mulai Sabtu (23/3) hingga, Kamis (27/3) mendatang.
Sementara itu Dinas Kesehatan hingga saat ini masih memantau kesehatan dari korban kebakaran.
“Kalau bantuan saat ini dari partai, ada satunya dari Partai PKS, hari pertama mereka meninjau lokasi, kemudian memberikan bantuan makanan dan sembako, sementara dari Dinas Sosial, tetap memberikan pelayanan berupa makanan siap saji selama satu minggu,” jelasnya.
Page: 1 2
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…