

Benhur Tomi Mano (foto:Karel/Cepos)
Generasi Muda Papua Belum Miliki Space Untuk Berkumpul dan Berekspresi
JAYAPURA – Ada yang menarik dari pertemuan Benhur Tomi Mano dengan 100 lebih generasi muda di Kota Jayapura pada Senin (23/6). Kegiatan yang digelar di Jl Jeruk Nipis ini mengumpulkan puluhan komunitas dari berbagai genre atau organisasi untuk mendengar langsung apa yang menjadi buah pikiran kaum muda.
Tomi Mano mendengar langsung apa sumbang saran dimana salah satunya menanyakan soal potensi daerah terutama sumber daya alam.
“Kami tidak mau akhirnya Papua nasibnya sama seperti Raja Ampat. Banyak pejabat pusat datang dengan kepentingan masing-masing kemudian mengeksploitasi SDA dan akhirnya rakyat juga yang menderita. Perkebunan sawit masuk dan masyarakat hanya jadi penonton. Apa yang bisa dilakukan?,” ujar Andreas satu penanya disela-sela diskusi.
Tomi Mano langsung merespon bahwa dalam hal investasi sudah sepatutnya pemilik ulayat atau masyarakat adat dikedepankan. Pasalnya sebagai pemilik lahan harus bisa menerima manfaat lebih dan nilai positif itu harus ada bagi warga sekitar. Bukan sebaliknya.
“Soal ini saya melihat bahwa semua harus pada tataran yang sudah ditentukan. Masyarakat ulayat harus dilibatkan dan di dengar aspirasinya,” kata Tomi Mano.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…